Kasus Meningkat Drastis, Ini Langkah yang Diambil Satgas Covid-19 Sulut

oleh -
Balai Diklat Pemprov Sulut di Maumbi kini sudah difungsikan sebagai Rumah Isolasi bagi pasien Covid-19. (Foto: istimewa)

MANADO – Kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tengah meningkat drastis dalam seminggu terakhir.

Bahkan pada Kamis (15/7/2021), penambahan kasus baru memecahkan rekor selama pandemi melanda Sulut, yakni tercatat sebanyak 367 kasus baru.

Menghadapi lonjakan kasus ini, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sulut di bawah pimpinan Ketua Satgas yang juga Gubernur Sulut Olly Dondokambey, telah melakukan beberapa tindakan konkrit.

“Kami membuka Rumah Isolasi yang sebelumnya dalam kondisi stand-by yakni Balai Diklat Maumbi dengan kapasitas 250 bed, Pusat Krisis Kesehatan dengan kapasitas 30 bed dan segera ditambah dengan Asrama haji yang berkapasitas 150 bed,” ujar Jubir Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel.

Selanjutnya, kata dia, Gubernur Olly Dondokambey juga telah menginstruksikan kepada Bupati dan Wali Kota se-Sulut untuk membuka tempat isolasi di Kabupaten/Kota masing masing dengan kapasitas 200 bed per Kabupaten/Kota.

“Rumah Sakit se-Sulut telah diperintahkan untuk mengkonversi sebagian bed Rawat Inap biasa (30%) untuk menjadi tempat perawatan kasus Covid-19,” tutur Dandel yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut ini.

Selain itu, para penyuplai Oksigen medis maupun Industri yang ada di Bumi Nyiur Melambai juga telah diperintahkan untuk menyiagakan dan memprioritaskan peruntukkan oksigennya bagi perawatan Pasien Covid-19.

Akan tetapi Pemerintah juga menyadari bahwa dengan kecepatan transmisi dari Varian of Concern (VoC) seperti varian Alpha, Beta dan Delta yang begitu cepat, maka upaya yang dilakukan diatas akan sia sia.

“Upaya kita akan sia-sia bila tidak diikuti dengan kedisiplinan masyarakat dalam mengikuti panduan pelaksanaan PPKM Mikro yang telah diterbitkan,” kunci Dandel.(Fernando Rumetor)