SINDOMANADO.COM, MANADO –Sektor kuliner menjadi tulang punggung perekonomian Sulawesi Utara. Sektor ini juga menopang kehidupan masyarakat setempat . Melesat hingga 20,85 persen, industri penyediaan makanan dan minuman ini dituntut untuk terus melaju di tengah berbagai dinamika perekonomian nasional.
Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi (PE) Sulawesi Utara (Sulut) mencatatkan angka 5,54 persen (year-on-year). Meskipun pertumbuhan ini masih tergolong solid, laju ekonomi daerah tercatat sedikit melambat jika masyarakat membandingkannya dengan periode tahun sebelumnya.
Namun, BPS menemukan fakta menarik bahwa sektor penyediaan akomodasi dan makan minum justru melesat paling tinggi di antara lapangan usaha lainnya, yakni menembus angka 20,85 persen.
Shift Digital: Kuliner Laris Manis
Tingginya pertumbuhan sektor penyediaan makanan dan minuman ini selaras dengan perubahan perilaku jual-beli di tingkat lapak. Saat ini, para pelaku usaha kuliner di Manado tidak lagi menggantungkan nasib pada lapak fisik atau transaksi konvensional secara tatap muka semata.
Sejak masa pandemi COVID-19 lalu, warga Manado dengan cepat mengadopsi teknologi digital untuk memasarkan produk kuliner mereka. Pelaku usaha mikro kini aktif memanfaatkan aplikasi pesanan kuliner lokal. Salah satunya Camu-Camu, fitur Facebook Marketplace, promosi visual di Instagram, hingga transaksi instan lewat WhatsApp.
Melalui skema digital ini, para ibu rumah tangga dan pelaku UMKM dapat menjangkau pelanggan secara lebih luas, sehingga mereka bisa memangkas biaya sewa tempat dan menghemat operasional secara signifikan.
Menjadi Tumpuan Ekonomi Keluarga
Strategi penjualan digital ini terbukti efektif menjadi penopang utama pendapatan keluarga, terutama ketika harga bahan kebutuhan pokok seperti cabai rawit (rica), bawang, dan beras mengalami fluktuasi di pasar. Kecepatan transaksi digital ini membantu para pedagang mempertahankan margin keuntungan dan menjaga arus kas usaha mereka.
Meskipun demikian, para pelaku usaha kuliner digital dan pedagang kecil tetap berharap pemerintah daerah terus menggelar operasi pasar secara berkala. Kestabilan harga komoditas pangan dan kelancaran rantai pasokan bahan pokok menjadi kunci utama agar daya beli warga tetap terjaga dan geliat UMKM kuliner di Manado terus berkembang. (RED)


Tinggalkan Balasan