CATATAN : Gladys Runtukahu

Tanggal 15 Agustus 2021 saat ini memiliki arti yang berbeda bagi keluarga besar Sompotan–Frederik. Harapan mereka, hari tersebut dirayakan dengan sukacita, karena merupakan hari ulang tahun dari kepala keluarga, Hendrik Bertje Sompotan yang akrab disapa Mner Ai. Tapi Pemilik Kehidupan, selalu punya banyak cara menyatakan kuasa dan kemuliaan-NYA. Dan bagi keluarga ini, harus mengimani kuasa Tuhan, di Hari Minggu, 15 Agustus 2021, hari ulang tahun Mner Ai dirayakan sebagai hari ucapan syukur Mingguan meninggalnya Mner Ai pada 11 Agustus 2021.

Manusia, tidak ada yang bisa menebak jalan kehidupan maupun kematian. Hendrik Bertje Sompotan, kerap disapa Mneer Ai, tidak pernah mengeluh sakit serius sepanjang hidupnya, namun tiba-tiba menghembuskan napas terakhir. Kepergian almarhum begitu mendadak dan terjadi di kediaman almarhum tanpa sempat mendapatkan pertolongan medis. Sehari sebelumnya, bahkan masih sempat beraktivitas seperti biasanya. Keluarga mengkonfirmasi penyebab kematian akibat pecahnya pembuluh darah.

Tulisan ini untuk mengenang Mner Ai, pria yang dikenal ramah dengan segudang aktivitas sekaligus sosok suami dan ayah yang sangat dicintai keluarganya. Mner Ai, kelahiran Manado, 15 Agustus 1963 ini meninggalkan istri Ir. Chintya Frederik dan dua orang anak. Putri pertama almarhum, adalah Henriette Sompotan, yang mengikuti jejak ayahnya di bidang hukum. Saat ini, Henriette tercatat sebagai dosen luar biasa di Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi dan sedang menempuh studi doctor hukumnya. Putra bungsunya, Andre Sompotan saat ini mengambil jurusan Application and Technology di Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

Mneer Ai, menempuh studi hukum di Fakultas Hukum Universitas Samrat pada Tahun 1985 sampai dengan 1990. Di Tahun 2005, beliau menamatkan Master Hukum di Program Hukum universitas yang sama. Sempat berprofesi sebagai pengacara, Di Tahun 1997, Mneer Ai memulai tugas sebagai Dosen Hukum di Universitas Sam Ratulangi. Mneer Ai kemudian mendapatkan kepercayaan menjadi Anggota DPRD Kota Manado Periode 1997-1999. Kehadiran Mneer Ai di kampus tentu mendapatkan tempat tersendiri di hati sesame rekan dosen. Di media social, berbagai ucapan duka dan foto yang dibagikan untuk mengenang kebersamaan dengan Mneer Ai; Campus will never be the same again without him.
Mneer Ai juga aktif memberi diri di dunia organisasi, dan saat meninggal, Mneer Ai tercatat menjabat sebagai Ketua PD XXII KB FKPPI Sulawesi Utara. Dengan jabatan melekat, Brigjen TNI Meyer Putong, SH selaku Danrem 131 Santiago berkesempatan bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Pemakaman mneer Ai. Saat disemayamkan, Ketua GM FKPPI Sulut, Victor Mailangkay turut hadir bersama jajaran pengurus dan anggota. Sebelumnya, mantan Ketua GM FKPPI Sulut, Harley Mangindaan yang dikenal dekat dengan almarhum juga menjadi orang pertama yang hadir di rumah duka dan membagikan informasi duka lewat media social miliknya.

Almarhum mner Ai juga sempat berkarir sebagai birokrat di Kabupaten Minahasa Tenggara. Tahun 2008 hingga Tahun 2010 tercatat sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan Tahun 2010 hingga Tahun 2013 almarhum menjabat sebagai Kepala Badan Kesbangpol. Selain itu, Mneer Ai juga pernah sebagai Konsultan Hukum Freshmart Swalayan dan juga sebagai HRD PT. Sinar Karya Liga Persada. Di bidang pelayanan, almarhum mner Ai juga melayani sebagai Wakil Ketua PKB GMIM Kinamang.

Kepergian mneer Ai, menjadi kabar duka bagi banyak orang. Terlepas dari kesempurnaan hanya menjadi milik Tuhan, namun keberadaan beliau memberikan arti mendalam bagi orang-orang yang ditinggalkan. Tidak sedikit rekan kerja, keluarga dan sahabat datang untuk melihat Mneer Ai untuk yang terakhir kalinya, begitu pula mereka yang dengan spontan berganti membagikan kenangan baik tentang beliau.

Setidaknya, hal kenangan akan kebaikan beliau bisa menguatkan yang ditinggalkan, istri dan anak-anak serta keluarga besar Sompotan-Frederik. Sebagaimana tercatat dalam Amsal 10:7. Kenangan kepada orang benar, mendatangkan berkat. Namun nama orang fasik, menjadi busuk.

Beristirahatlah dalam damai, mneer Ai. Di hari ulang tahun ini, meskipun tahunmu tak lagi berulang, namun kenangan tentangmu akan tetap ada di dalam hati.