Hindari Masalah Perempuan dan Anak, Devi Tanos Dorong Sinergi Perkuat Peran Keluarga

oleh -
Kepala Dinas P3AD Sulut, dr Kartika Devi Tanos saat memberikan materi. (istimewa)

MANADO – Sejumlah permasalahan yang menyangkut perempuan dan anak menjadi perhatian serius Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (P3AD) Provinsi Sulut.

Hal tersebut dibahas dalam kegiatan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Keluarga untuk Mewujudkan Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Kewenangan Provinsi dan Lintas Kabupaten/Kota di Manado, Kamis (26/8/2021).

Kegiatan yang berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan ini, menghadrikan para pemateri dan juga perwakilan Dinas P3A dari kabupaten/kota, organisasi wanita dan keagamaan.

Kepala Dinas P3AD Sulut, dr Kartika Devi Tanos mengatakan, dalam mengantisipasi masalah pada perempuan dan anak perlu dorongan untuk penguatan lewat keluarga.

Ia mencontohkan, seperti kasus perkawinan anak yang memang dapat berpotensi terjadinya kasus lain baik stunting, perceraian dan kasus kekerasan.

“Memang dari data yang ada perkawinan cukup tinggi, terjadi di Bolaang Mongondow Raya. Akibat dari itu banyak sekali terjadi seperti peningkatan angka stunting, angka perceraian, kekerasan anak dan perempuan. Makanya itu kita bahas di sini untuk mencari tindakan preventif,” ungkap Devi Tanos.

Menurutnya, tindakan preventif sangat penting untuk dilakukan sebelum terlambat.

“Maksudnya supaya kasus bisa ditekan. Jangan nanti sudah kejadian baru ditindaklanjuti. Istilahnya penyakitnya sudah ada baru disembuhkan, lebih baik pencegahan,” ucapnya.

Istri Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw ini menambahkan pertemuan ini juga dibahas terkait dengan angka kematian ibu hamil yang meningkat saat pandemi Covid-19.

“Mei, Juni, Juli ini kematian ibu hamil karena Covid-19 alami peningkatan. Makanya pemerintah pada 1 Agustus 2021 sudah melaunching vaksinasi untuk ibu hamil. Ya, tujuannya menekan kematian ibu hamil akibat Covid-19,” tukasnya.

Ia meminta 15 kabupaten/kota di Sulut bersinergi untuk bersinergi dalam hal menekan berbagai kasus terkait anak dan perempuan.

“Yang tidak bersinergi programmnya akan lambat,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, Diano Tino Tandayu yang hadir sebagai nara sumber menekankan terkait dengan penguatan sumber daya manusia melalui keluarga.

Sebab, sesuai data yang diterimanya bahwa tingginya kasus perempuan yang seharusnya belum layak melahirkan tapi sudah memiliki anak. Fenomena itu terjadi pada perempuan dengan usia 15-19 tahun.

“Untuk itu, kami mengapresiasi kegiatan ini, dan kami siap bersinergi untuk memantapkan program terutama dalam memperkuat peran keluarga,” tandasnya. (rivco tololiu)