Jubir Satgas Covid-19 Sulut: Indikator Penurunan Level PPKM Ditentukan Cakupan Vaksinasi

oleh
Jubir Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel. (foto: istimewa)

MANADO – Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Sulawesi Utara (Sulut) dr Steaven Dandel menyebut indikator penurunan level PPKM di setiap daerah ditentukan oleh cakupan vaksinasi.

“Meneruskan informasi terbaru bahwa level PPKM akan disesuaikan dengan capaian vaksinasi,” ungkap Dandel, Selasa (5/10/2021).

Ia menuturkan, pemerintah terus melakukan persiapan proses transisi dari pandemi ke endemi. Salah satu strategi yang diterapkan adalah dengan terus mengakselerasi laju vaksinasi di seluruh daerah.

“Sulawesi Utara sendiri kini berada pada level 2 PPKM dengan capaian vaksinasi sebanyak 1.566.717 dosis untuk dosis I, II dan III,” terangnya.

Adapun Pemerintah Sulut, kata Dandel, menargetkan vaksinasi Covid-19 pada 2.080.685 warga.

“Kami melakukan percepatan cakupan vaksin agar bisa cepat di atas 70% dan Lansia 60%. Manajemen vaksinasi masal cukup membantu mempercepat capaian,” jelasnya.

Sebelumnya, Menko Luhut Binsar Pandjaitan menerangkan, untuk bisa turun dari level 3 ke level 2, cakupan vaksinasi dosis pertama daerah tersebut harus mencapai 50% dan cakupan vaksinasi kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) harus mencapai 40%.

Sedangkan untuk bisa turun dari level 2 ke level 1, cakupan vaksinasi dosis pertama harus mencapai 70% dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 60%.

Ia menyampaikan, pencapaian target cakupan vaksinasi tersebut sangat penting karena vaksinasi telah terbukti menekan risiko keparahan dan kematian jika terpapar Covid-19, terutama bagi para lansia. (rivco tololiu)