Kapolresta Manado Terangkan Kronologi Penganiayaan yang Terekam CCTV Hotel

oleh
Kapolresta Manado saat menggelar jumpa pers untuk kasus penganiayaan yang terekam CCTV hotel di Wanea. (foto: deidy wuisan)

MANADO – Video viral penganiayaan dengan senjata tajam (sajam) yang terekam CCTV Hotel Makapetor yang terletak di Kecamatan Wanea, Kota Manado menghebohkan netizen.

Peristiwa ini cepat ditindaklanjuti pihak kepolisian untuk menangkap pelakunya, dan mencari tahu penyebab hingga terjadinya penganiayaan tersebut.

Dalam jumpa pers di Mapolsek Wanea, Kapolresta Manado, Kombes Pol Elvianus Laoli mengatakan, tiga pelaku yakni RK (17) warga Teling Atas, RT (20) warga Teling Bawah dan EK (19) warga Tanjung Batu, sudah diamankan polisi.

“Korbannya diketahui berinisial JJG (36) warga Ranowulu, Kecamatan Pinokalan, Kota Bitung. Dan, tiga pelaku tersebut ditangkap oleh Tim Macan Polresta Manado berkolaborasi dengan Tim Maleo Polda Sulut,” ungkap Kapolresta Manado didampingi Kapolsek Wanea, AKP Arie Nayoan, Kamis (11/11/2021).

Ia menjelaskan, kejadian ini berawal dari transaksi protitusi online melalui aplikasi michat, dan terjadi penolakan hingga berbuntut penganiayaan dengan senjata tajam.

“Kronologis yang didapat dari keterangan korban, bahwa pada saat itu korban selesai membeli rokok di Alfamart dan masuk ke dalam Hotel Makapetor. Korban saat itu sedang duduk di lobi hotel, didatangi perempuan yang tidak dikenalnya dengan menawarkan jasa melakukan hubungan badan,” jelasnya.

Lanjut kapolresta, setelah itu perempuan tersebut mengajak korban bercerita di dalam ruangan kamar.

“Saat sampai di dalam ruangan kamar, korban melihat ada beberapa lelaki dan perempuan yang berada di dalam kamar. Namun, korban dan perempuan tersebut ditinggalkan berduaan dalam kamar,” ujarnya.

Perempuan itu kemudian menawarkan jasa berhubungan badan dengan bayaran Rp400 ribu. Namun, kata kapolresta, korban saat itu menolak lalu langsung bergegas keluar kamar.

“Saat itu, sudah ada lelaki tak dikenalnya dan meminta uang kepadanya. Tapi korban tidak memberikan uang. Kemudian pelaku langsung memukul korban dan menendang, setelah itu korban melarikan diri,” paparnya.

Setibanya di lobi hotel, pelaku langsung menikam korban namun korban menangkis, kemudian satu pelaku lainnya menikam korban dari belakang sebanyak 2 kali di bagian punggung, pinggang belakang sebelah kanan 1 kali, dan lutut kaki sebelah kanan sebanyak 1 kali.

“Korban kemudian berlari ke luar hotel untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar,” ungkapnya.

Kapolresta Manado menghimbau kepada masyarakat khususnya para orangtua untuk lebih memantau pergaulan anak-anak yang sedang beranjak dewasa agar tidak salah dalam pergaulan.

“Orang tua berperan untuk mengawasi pergaulan anak, hal tersebut turut membantu pihak kepolisian dalam mencegah tindak kejahatan yang tidak diinginkan”, tandas Laoli.

Ketiga pelaku dibawa ke Mapolsek Wanea untuk penyelidikan lebih lanjut dan akan dikenakan pasal 170 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Deidy) Wuisan