19 Tahun Jadi Guru Honorer, Miske Garing Memaknai Ini sebagai Panggilan Jiwa

oleh
Tampak guru honorer Miske Garing saat mengajar, Kamis (25/11/2021). (FOTO: Istimewa)

TIKA BALO
Langowan

Momen Hari Guru Nasional yang diperingati tiap 25 November, menjadi momen tepat untuk mengingat beratnya perjuangan guru demi anak bangsa bisa baca tulis.

Namun, belum semua guru bisa menikmati upah yang setimpal dengan perjuangannya. Miske Garing, 56, Guru Honorer asal Desa Lowian, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, merupakan salah satu potret guru yang berjuang dan memaknai pekerjaannya sebagai guru honorer adalah panggilan jiwa.

Guru honorer di SD N 4 Langowan ini mengaku, memiliki kerinduan untuk diangkat sebagai seorang ASN, karena sudah lama mengabdi sebagai seorang guru Honorer.

19 Tahun menjalani profesi sebagai guru honorer, membuat wanita paruh baya ini bermimpi untuk menjadikan semua anak didiknya sukses dan berhasil.

“Banyak suka dan duka yang di lewati. Banyak anak didik yang belum terlalu mampu.
Maka sebagai guru kita dituntut untuk bagaiman kita beradaptasi dengan anak. Kita ajari mereka menjadi lebih baik,” ujarnya saat berbincang santai dengan Sindomanado.com, Kamis (25/11/2021).

Walaupun gaji yang didapat dari pengabdian itu untuk mencukupi kebutuhan hidup setiap hari, tidaklah cukup, tetapi jadikan ini sebagai keterpanggilan untuk mendidik anak-anak Indonesia menjadi lebih baik.

Dengan mengusung tema “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan” pada peringatan Hari Guru Nasional 2021 ini, dia berharap kiranya Pendidikan yang ada di Kabupaten Minahasa berangsur pulih, anak-anak bisa Kembali dengan penuh mendapatkan hak Pendidikan mereka.

“Serta kita sebagai guru, baik PNS maupun honorer yang ada di Kabupaten Minahasa terus bergerak dengan hati dalam menunjang kewajiban kita untuk mendidik anak-anak Indonesia,” pesannya.