Sertijab, Begini Arahan Sekdaprov AGK untuk Pejabat yang Menempati Jabatan Baru

oleh
Tampak, Sertijab Kepala Dinas Kominfo Persandian dan Statistik dari Christiano Talumepa kepada Steven Liow. (foto: istimewa)

MANADO – Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator di lingkungan Pemprov Sulut digelar di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Kamis (2/12/2021).

Sertijab ini menghadirkan sejumlah pejabat yang menempati jabatan baru eselon II.

Diantaranya, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (KIPS) Steven Liow, Staf Khusus Gubernur Bidang Bidang Hukum Christiano Talumepa, Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Jemmy Ringkuangan, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Janny Lukas, Kepala Badan Kesbangpol Ferry Sangian dan Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Wanda Musu.

Kesempatan itu, Sekdaprov Sulut Asiano Gamy Kawatu (AGK) menyampaian arahannya agar pejabat maupun staf di lingkup Pemprov Sulut untuk menjalankan progra kerja dengan sebaik-baiknya menjelang akhir tahun 2021.

“Terutama bagi para pejabat yang baru menempati jabatan baru, kiranya cepat beradaptasi supaya program kerja bisa berjalan maksimal hingga akhir tahun,” ungkap AGK didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Clay Dondokambey.

Ia menyebut, sinergi dan koordinasi sangat penting untuk diperhatikan.

“Ini supaya program kerja yang dijalankan bisa terlaksana dengan baik. Harus kompak, karena ini merupakan arahan dari Bapak Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw,” tuturnya.

AGK juga berharap agar capaian vaksinasi hingga akhir 2021 nanti dapat mencapai angka 80%.

“Ini keinginan Bapak Gubernur Olly Dondokambey supaya capaian vaksinasi kita bisa lebih tinggi dari nasional. Olehnya, setiap ASN dan THL di Pemprov Sulut harus menjangkau minimal 10 orang yang belum divaksin agar divaksin,” tukasnya.

Lanjut dia, hal penting yang harus diingat juga yaitu berkaitan dengan pengelolaan keuangan.

“Saya ingatkan agar rekan-rekan dapat mengelola keuangan berdasarkan prinsip eflsien, efektif, akuntabel dan transparan, serta menghindari praktek KKN,” tandasnya. (rivco tololiu)