BBPOM Deklarasikan Pembangunan Zona Integritas Pengawasan Obat dan Makanan Sekaligus Peluncuran KIE 1.000 Toga

oleh -1813 Dilihat
Acara BBPOM Deklarasi Pembangunan Zona Integritas Pengawasan Obat dan Makanan & Peluncuran Program Komunikasi Informasi dan Edukasi 1.000 Tokoh Agama di Hotel Four Points, Manado, Sulawesi Utara. (Foto: Istimewa)

 

MANADO- Dalam rangka melaksanakan kebijakan teknis operasional di bidang pengawasan obat dan makanan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) menggelar Deklarasi Pembangunan Integritas Pengawasan Obat dan makanan di Hotel Four Points, Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Selain itu, acara tersebut juga dirangkaikan dengan Peluncuran Program Komunikasi Informasi Edukasi 1.000 Tokoh Agama (KIE 1.000 Toga), yang dihadiri oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulut, Dr. Jemmy Janeman Ronny Lampus, M.Kes, Kapolda Sulut, Irjen Pol. Drs. Mulyanto, SH.MM, Kepala BNNP Sulut, Brigjen Pol.Drs. Victor Joubert lasut, M.M, Ketua DPRD Kota Manado, Dra. Aaltje Dondokambey, M.Kes. Apt, Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard H.M. Sualang dan beberapa pejabat lainnya.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjalankan fungsi pengawasan dengan mengacu pada prinsip good governance dan clean government, juga untuk melaksanakan pencanangan kembali, sehingga dalam deklarasi ini turut mengundang lintas sektor stakeholder terkait untuk bersama dalam komitmen dukungan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dengan lingkup peranan dalam pengawasan obat dan makanan khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

Penapisan produk dalam rangka pengawasan obat dan makanan sebelum beredar, dilakukan pengawasan pre market dan post market.

“Jadi, sebelum produk beredar di pasaran, BPOM sudah melakukan pengawasan dan juga telah melakukan pengawasan post market yaitu produk obat dan makanan yang sudah beredar di pasaran. Selain itu juga melakukan pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha melalui komunikasi informasi dan edukasi termasuk pembinaan kepada pelaku usaha UMKM dalam rangka meningkatkan daya saing produk mereka.

Selain itu, melalui peningkatan pemerintah daerah dan lintas sektor untuk penguatan kerjasama kemitraan dengan pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan”, jelas Hariani selaku Kepala Balai Besar POM di Manado, Kamis (12/5/2022).

Selain itu, dalam hal lingkup pembinaan yang mengedepankan tindakan preventif penyalahgunaan dan penggunaan yang salah untuk obat dan makanan, maka dilakukan pemberdayaan pada 1000 Tokoh Agama (Toga) untuk melakukan komunikasi informasi dan edukasi keamanan obat dan makanan.

“Nanti siang sampai sore kita akan melakukan TOT (Training of Trainer) terhadap 361 tokoh agama yang ada di Kota Manado. Kami berharap nanti setelah dilakukan TOT para tokoh agama sudah bisa melakukan komunikasi dan edukasi kepada jemaatnya masing-masing dengan tujuan untuk meningkatkan ketahanan warganya masing-masing terhadap penyalahgunaan maupun penggunaan yang salah terhadap obat dan makanan, ” tutur Hariani. (Ivanly Makasihi)