Wagub Sentil Dua Daerah Soal Pengendalian Inflasi, Minta Disperindag Terus Monitor Ketersediaan Bapok

oleh -1166 Dilihat
Wakil Gubernur Steven Kandouw saat memberikan arahan. (foto: istimewa)

MANADO – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Steven Kandouw, membuka Rapat Penanganan Inflasi dan Kesiapan Menjelang Hari Raya Natal Tahun 2022 dan Tahun Baru 2023 di Hotel Luwansa Manado, Rabu (16/11/2022).

Rapat ini dihadiri stakeholder dan inatansi terkait baik provinsi dan kabupaten/kota di Sulut.

Wagub kesempatan itu menyentil dua daerah di Sulut, yakni Kabupaten Minahasa dan Talaud soal pengendalian inflasi.

“Sesuai laporan Bank Indonesia, dua daerah tersebut belum melaksanakan tahap pengendalian inflasi,” kata Wagub Kandouw.

Ia menegaskan permasalahan inflasi tidak boleh dianggap sepeleh. Sebabnya, jika inflasi naik maka akan mempengaruhi jumlah penduduk miskin di Bumi Nyiur Melambai.

“Inflasi naik saja 0,1%, maka akan mempengaruhi atau menambah jumlah kemiskinan, sehingga hal ini jangan kita anggap remeh. Ingat, Sulut memiliki populasi 2,6 juta jiwa,” bebernya.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengakui untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kenaikan inflasi, maka sinergitas pemerintah provinsi dan kabupaten/kota wajib berjalan dengan baik.

“Termasuk juga soal penyaluran anggaraan dari pemerintah agar bisa berjalan. Dana cadangan dan bantuan sosial yang disediakan harus tersalur dengan baik dan sesuai aturan. Program Marijo ba Kobong dari Bapak Gubernur Olly Dondokambey pun sangat baik untuk dilaksanakan agar bisa menekan inflasi,” ujarnya.

Ia juga berharap, Dinas Perdagangan (Disperindag) yang ada di 15 kabupaten/kota se Sulut untuk dapat terus memonitor ketersediaan bahan pokok (Bapok), serta mengontrol harga di pasaran dan melakukan pengawasan. (rivco)

No More Posts Available.

No more pages to load.