PERS Harus Jadi Kontrol & Edukasi Masyarakat di Pilkada Minahasa Tenggara

oleh
Dosen Kepemiluan Unsrat Ferry Daud Liando, saat menjadi Narasumber Dalam Giat Media Gatering KPU Minahasa Tenggara. (Foto:ist)

RATAHAN – Media masa memegang peran penting dalam proses Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah sebagai fungsi kontrol sekaligus edukasi.

Hal ini disampaikan Dosen Pemilu Unsrat Manado, Ferry Daud Liando dalam Media Gatering Sinergitas Media bersama KPU Minahasa Tenggara, di Swissbel hotel Manado, Rabu 19/6/2023.

Akademisi yang sekaligus pemerhati kepemiluan ini menyebut jika pers sejatinya harus menjadi sarana kontrol sekaligus mampu memberikan edukasi masyarakat dalam gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Minahasa Tenggara.

“Dalam kondisi sekarang ini, media mainstream punya kekuatan sebagai saran informasi masyarakat tetapi juga early warning bagi para lembaga penyelenggara hingga pihak berkepentingan dalam Pilkada,” ujar Liando.

Terkait hal tersebut, dirinya berharap media pers dapat menunjukan profesionalisme serta menjunjung tinggi kode etik pewarta. Sebab menjadi sebuah tantangan bagi media untuk menjaga kredibilitas dan mampu menulis sebuah produk yang dapat dipertanggungjawabkan dan tidak bersifat provokatif apalagi merujuk pada informasi Hoax.

“Sejujurnya kami dari para akademisi, banyak terbantukan dengan informasi media. Akan tetapi disisi lain, masih didapati sumber informasi yang kurang lengkap bahkan sedikit keliru. Terlebih terkait dengan fungsi memberikan edukasi dan informasi terkait regulasi Kepemiluan,” ujarnya.

Liando juga ikut berharap para pewarta harus bisa menjadi penerjemah informasi ke masyarakat dengan bahasa universal dan dapat dipahami oleh semua kalangan masyarakat. Sekaligus juga menjaga independensi media agar tidak tendensius terhadap satu pihak yang berkepentingan apalagi peserta Pemilu atau Parpol.

“Media pers saya kira berbeda dengan buzer. Tetapi media adalah sarana edukasi dan kontrol. Keberpihakannya harus lebih kepada masyarkat atau hal yang sifatnya kepentingan publik,” pungkasnya.

(Marfel Pandaleke)