CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang baik dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 25,3% dan 89,2%.

Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp368,2 triliun per 31 Maret 2026, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Total dana pihak ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp260,1 triliun (+2,3% Y-o-Y), didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 12,2% Y-o-Y menjadi Rp192,3 triliun, sehingga rasio CASA naik menjadi 73,9%.

Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan CIMB Niaga dalam mempererat hubungan dengan nasabah serta meningkatkan pengalaman perbankan digital.

Sementara itu, total kredit/pembiayaan tumbuh 2,2% Y-o-Y menjadi Rp235,1 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari Corporate Banking sebesar 4,8% Y-o-Y, diikuti segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar 1,2% Y-o-Y, serta Consumer Banking sebesar 0,2% Y-o-Y.

Adapun pertumbuhan kredit/pembiayaan ritel terutama didorong oleh pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat 4,0% Y-o-Y.

Di perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan sebesar Rp52,9 triliun dan DPK sebesar Rp45,0 triliun per 31 Maret 2026.

CIMB Niaga Syariah juga terus memperkuat struktur pendanaannya dengan meningkatkan dana murah melalui jaringan komunitas serta kemitraan strategis syariah, guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperluas pengembangan ekosistem keuangan syariah nasional.