MANADO – Tak perlu khawatir soal ketersediaan bahan bakar menjelang Hari Raya Idul Adha.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pasokan BBM dan LPG di wilayah Sulawesi, termasuk Sulawesi Utara, dalam kondisi aman dan terjaga.

Kepastian itu disampaikan Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, saat berbicara kepada media, Rabu (20/5/2026).

Lilik menegaskan, Pertamina telah mengambil langkah-langkah maksimal untuk menjaga ketahanan stok energi selama periode Idul Adha.

Meski pasokan terjamin, Pertamina justru mengimbau masyarakat agar tidak terdorong melakukan pembelian berlebihan yang justru bisa mengganggu distribusi.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di Sulawesi Utara, terutama dalam menghadapi periode Idul Adha ini, untuk tidak panik dan tidak membeli BBM maupun LPG secara berlebihan,” ujarnya.

Komitmen Pertamina dalam menjaga kelancaran distribusi energi selama Idul Adha pun ditegaskan kembali oleh Lilik.

“Insyaallah kami dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus berusaha maksimal untuk menjaga ketahanan stok kita, sehingga masyarakat dapat terlayani semua dengan baik dan dapat merayakan Hari Raya Idul Adha ini dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut, Lilik menguraikan perbedaan karakteristik konsumsi energi pada momen Idul Adha dibanding Idul Fitri.

Jika Idul Fitri identik dengan lonjakan konsumsi BBM akibat arus mudik, maka Idul Adha justru ditandai oleh meningkatnya kebutuhan LPG untuk keperluan memasak.

“Berbeda Idul Adha dengan Idul Fitri, karena Idul Adha ini memang kebutuhannya lebih banyak di LPG. Kalau untuk BBM, sejauh ini tidak ada perjalanan mudik seperti Idul Fitri,” jelasnya.

Sejalan dengan program pemerintah melalui Gerakan Nasional Bijak Menggunakan Energi atau GenBimi, Pertamina juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menggunakan energi sesuai kebutuhan dan tidak boros.

“Pemerintah juga sudah menggalakkan Gerakan Nasional Bijak Menggunakan Energi, sehingga masyarakat dapat menggunakan BBM dan LPG secara bijak agar semua masyarakat dapat terlayani dengan baik,” tutur Lilik. (nando)