Inflasi Tahunan Didorong Emas Perhiasan dan Cabai Rawit
Untuk inflasi tahun ke tahun (y-on-y) yang mencapai 3,83 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi penyumbang utama dengan andil 1,75 persen.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut mencatat andil tinggi sebesar 0,64 persen, disusul kelompok transportasi dengan andil 0,65 persen serta kelompok pendidikan dengan andil 0,30 persen.
Secara komoditas, emas perhiasan menjadi pendorong inflasi tahunan tertinggi dengan andil 0,52 persen, diikuti cabai rawit (0,43 persen), angkutan udara (0,37 persen), bawang merah (0,25 persen), dan daun bawang (0,20 persen).
Adapun daging babi tercatat sebagai penahan inflasi tahunan terbesar dengan andil -0,33 persen, diikuti tomat (-0,03 persen), serta gaun/terusan wanita, buku tulis bergaris, dan minuman ringan yang masing-masing menahan inflasi sebesar -0,02 persen.
Watekhi menyatakan bahwa tingkat inflasi Sulawesi Utara pada Juni 2026, baik secara bulanan maupun tahunan, tercatat lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Pihaknya mengimbau agar stakeholder terkait, khususnya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), terus memantau ketersediaan pasokan komoditas strategis guna menjaga stabilitas harga ke depan. (nando/*)


Tinggalkan Balasan