“Kami berhasil menemukan potensi-potensi bagus dan sebagian besar dari Sumatera, termasuk beberapa atlet yang menggunakan tangan kiri, yang tentunya ini sangat menarik bagi kami,” ujarnya

Sigit menyebut, Audisi Umum PB Djarum ini memang terlihat semakin diminati dan kami berharap Audisi Umum PB Djarum bisa semakin besar ke depan.

“Tujuannya tentu agar regenerasi bulu tangkis Indonesia terus berjalan dan ekosistem olahraganya tetap terjaga dengan baik. Dari 15 peserta yang terpilih ini, semuanya sudah sesuai dengan harapan tim pencari bakat,” jelasnya.

Setelah ini, kata dia, mereka akan masuk ke tahap karantina di Kudus bergabung dengan peserta dari Makassar dan Kudus untuk digodok selama empat minggu.

Salah satu peraih Super Tiket dari jalur turnamen adalah Jayden Octave Tiolando asal Siak, Riau, yang berhasil mengunci kemenangan 21-14, 21-18 di pertandingan final Audisi Umum PB Djarum 2026 – Pekanbaru saat berhadapan dengan Nathan Alfariqi Aldyhara di kategori KU-11 putra.

Jayden menunjukkan mentalitas yang tangguh meskipun menghadapi lawan yang postur tubuhnya lebih tinggi.

Sempat tertinggal di awal laga karena kurang fokus, Jayden berhasil bangkit setelah mengikuti instruksi pelatih untuk mengubah strategi permainan. Ia membuktikan bahwa kecerdasan taktik dan ketenangan di lapangan mampu meredam keunggulan fisik dan power lawan.

“Senang banget dan terharu bisa berhasil mendapatkan Super Tiket di Pekanbaru ini. Sejak awal, keinginan saya memang ingin masuk PB Djarum karena fasilitasnya sangat bagus dan saya yakin bisa mengejar mimpi menjadi pemain dunia bersama klub ini. Lawan saya lebih tinggi dan tenaganya lebih kuat, maka strateginya harus lebih banyak menurunkan bola melalui drop shot, smash, dan netting,” tutur Jayden.

Sementara di sektor KU-12, Super Tiket sukses digenggam Chelsea Amanda asal Deli Serdang, Sumatera Utara usai menundukkan Rayya Aufa Tanjung di partai puncak dengan skor 21-15, 21-13.

Bagi atlet dari PB Indocafe Medan ini, kemenangan tersebut bukan kebetulan karena ia sudah cukup sering bertanding di berbagai ajang, termasuk Kejuaraan Provinsi 2025 di Medan.

Meski menang, ia tetap bersikap kritis terhadap permainannya sendiri, mencatat bahwa ia masih perlu memperbaiki kecepatan reaksi kaki terutama saat mengambil bola-bola di depan net.

“Di pertandingan final tadi, saya merasa permainan saya sudah cukup bagus. Saya juga sering melawan Rayya, mungkin sudah lima kali. Namun, saya merasa masih ada yang kurang, terutama reaksi kaki saya yang harus lebih cepat lagi untuk mengambil bola-bola di bagian depan lapangan,” Chelsea.

Keberhasilan meraih Super Tiket membawa Chelsea pada tantangan baru, yakni tahap karantina selama empat minggu di Kudus. Ia menyatakan kesiapannya untuk belajar mandiri dan membulatkan tekad untuk menjadi atlet PB Djarum yang kelak menjadi juara dunia.

“Saya sudah siap berlatih bulu tangkis lebih giat lagi meskipun harus jauh dari Papa dan Mama.Target saya adalah ingin terus maju, menjadi atlet PB Djarum, dan suatu saat nanti mewujudkan mimpi atlet kelas internasional,” ucapnya penuh harapan.

Super Tiket tidak hanya diberikan kepada juara jalur turnamen di kategori U-11, KU-11, dan KU-12 baik putra dan putri. Tim Pencari Bakat PB Djarum juga memberikan Super Tiket kepada sembilan atlet muda berbakat pilihan yang mampu memperlihatkan perjuangan hebat selama tampil di Audisi Umum PB Djarum 2026 – Pekanbaru.