MANADO – KPRO Film mengumumkan film terbarunya, “Free Wifi”, yang akan tayang serentak di bioskop di Kota Manado mulai 23 Juli 2026.

Film drama komedi arahan sutradara Dony Mamahit ini mengangkat potret kehidupan masyarakat masa kini yang tak lepas dari jerat dunia digital dan media sosial.

Kisah dalam film ini berfokus pada Davi, seorang driver ojek online yang menciptakan sosok palsu sebagai pria mapan di dunia maya. Tujuannya satu: memikat hati Grace.

Namun jalan yang ditempuh Davi ini justru membuka kotak pandora masalah baru. Mantan tunangan Grace, yang rupanya tak terima, menyewa jasa dua orang detektif untuk membongkar kedok dan mengungkap siapa sebenarnya sosok di balik citra palsu tersebut.

Alur cerita ini menjadi sindiran halus atas fenomena flexing dan pencitraan digital yang marak terjadi di tengah masyarakat, sekaligus dikemas dengan sentuhan komedi yang ringan.

Konflik antara kebohongan yang dibangun Davi dan upaya pengungkapan identitasnya diprediksi menjadi bumbu utama sepanjang film, dibalut dengan tema cinta, keluarga, dan perjuangan hidup yang menyertainya.

Peran Davi dipercayakan kepada Mando GW, berpasangan dengan Annette Edoarda yang menghidupkan karakter Grace.

Putra Dinata didapuk memerankan Verdian, sementara duo Ronny Imanuel (Mongol Stres) dan Amoy tampil sebagai pasangan detektif partikelir yang mengusut identitas asli Davi.

Warna komedi film ini kian kental berkat kehadiran para pelawak lokal, di antaranya Jilli Lavenia, Kale, Papanialo, Tanta Mien, Tanta Keke, Sulle, dan Om Sampel.

Executive Producer Habelana Lucia Goni menyampaikan bahwa “Free Wifi” dirancang tak sekadar sebagai tontonan hiburan semata, melainkan juga cerminan atas realitas ketergantungan masyarakat modern pada teknologi dan media sosial.

“Melalui film Free Wifi, kami ingin menghadirkan tontonan yang menghibur sekaligus relevan dengan kehidupan saat ini. Penonton akan diajak tertawa, tetapi juga diajak merenungkan bagaimana teknologi, media sosial, cinta, keluarga, dan mimpi saling memengaruhi kehidupan kita,” ujar Lucia.

Lucia menambahkan, keterlibatan latar lokasi dan talenta lokal dalam proses produksi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi Sulawesi Utara ke panggung nasional.

“Kami bangga dapat membawa nuansa Sulawesi Utara ke layar lebar nasional. Semoga Free Wifi tidak hanya diterima sebagai film komedi, tetapi juga menjadi kebanggaan daerah dan memberikan warna baru bagi perfilman Indonesia,” tambahnya.

Di balik gelak tawa yang ditawarkan, film ini turut membawa pesan moral tentang pentingnya kejujuran di tengah godaan pencitraan digital, serta bagaimana nilai keluarga dan kerja keras tetap harus dijunjung meski teknologi terus berkembang pesat. (nando)