AI dinilai memiliki manfaat besar dalam mempercepat kemajuan, namun juga berpotensi disalahgunakan melalui penyebaran hoaks, manipulasi digital, maupun teknologi deepfake.

Tiar menekankan bahwa keberhasilan pemerataan AI sangat bergantung pada literasi masyarakat. Di dunia pendidikan, AI diharapkan menjadi alat bantu untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan berinovasi, bukan menggantikan proses berpikir.

Di sisi lain, bagi pelaku UMKM AI dapat digunakan untuk pemasaran, meningkatkan pelayanan, hingga analisis pola penjualan.

Ia berharap pelatihan seperti AI Ignition tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari budaya belajar masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi.

“Kita ingin pemerataan teknologi benar-benar dirasakan hingga ke daerah, sehingga siswa dan pelaku UMKM di Sulawesi Utara mampu memanfaatkan AI secara produktif, bertanggung jawab, dan aman,” katanya.

Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, yang diwakili oleh Sekda Sulut, Tahlis Gallang, turut mengapsiasi pelatihan AI yang diselenggarakan di Bumi Nyiur Melambai ini.

Pemprov Sulut berkomitmen mendukung penggunaan AI di bidang pendidikan serta UMKM.

Dalam sambutannya, Tahlis menegaskan bahwa AI bukan membatasi ruang gerak manusia, justru bisa menjadi alat bantu untuk lebih memahami ilmu pengetahuan dan berinovasi dalam dunia usaha.

“Pelaku UMKM misalnya, bisa memangkas anggaran pemasaran dan menembus pasar Asia tanpa mengeluarkan biaya besar,” tutur Tahlis.

Namun, ia mengingatkan agar AI sebagai teknologi canggih jangan sampai menggerus kejujuran, kerja keras, dan kearifan lokal. Tahlis pun berpesan agar para peserta memanfaatkan program ini sebaik-baiknya.

Acara ini turut dihadiri oleh Stafsus Gubernur Sulut Bidang Olahraga, Christian Yokung; Ketua CREATOR sekaligus akademisi UNPI, Lady Giroth; Senior Program Manager KUMPUL, Leyne Sagay; Ketua PANDI, Isnawan; CEO S.id, Dimaz Maulana; dan perwakilan KPw Bank Indonesia Sulut, Mutmainna. (nando/*)