Bagi BSG, keberadaan akses terhadap layanan perbankan perlu berjalan beriringan dengan pemahaman yang baik agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat menggunakan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.
Upaya tersebut juga sejalan dengan perkembangan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Sulawesi Utara.
Hingga Juni 2026, jumlah rekening tabungan pelajar di Sulut telah mencapai 568.965 rekening atau tumbuh 10,88 persen secara tahunan.
Nilai tabungan pelajar juga telah mencapai Rp218,08 miliar, tumbuh 7,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BSG turut mengambil peran dalam ekosistem tersebut melalui edukasi dan pengenalan layanan perbankan kepada pelajar, mahasiswa, serta pemuda.
Langkah ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah pengguna layanan perbankan, tetapi juga membangun kebiasaan finansial yang dapat menjadi bekal generasi muda dalam merencanakan masa depan.
Puncak HIM dan BLK 2026 pun menjadi momentum bagi BSG untuk terus memperkuat sinergi dengan OJK dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Dengan kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan, BSG berkomitmen untuk terus memperluas akses sekaligus memperkuat pemahaman keuangan masyarakat.
Melalui peran tersebut, BSG ingin memastikan bahwa generasi muda Sulawesi Utara tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu menggunakannya secara cerdas.
Budaya menabung sejak dini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi yang lebih mandiri secara finansial dan siap mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045. (nando)

