Dari Benih Unggul hingga Produk Bernilai Tambah
Webinar juga menghadirkan Dr. Sesilia Anita Wanget, S.P., M.P., dosen Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian UNSRAT.
Keterlibatan akademisi bersama BRIN dan Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa persoalan kelapa perlu ditangani sebagai satu sistem yang utuh.
Menurut Fakultas Pertanian UNSRAT, setidaknya terdapat satu mata rantai yang harus dibangun secara konsisten, yaitu riset dan pemuliaan → benih unggul → budidaya dan peremajaan → peningkatan produktivitas → mekanisasi dan pengolahan → diversifikasi produk → hilirisasi → peningkatan pendapatan petani.
Pendekatan tersebut relevan bagi Sulawesi Utara yang memiliki basis produksi kelapa sekaligus potensi besar mengembangkan berbagai produk bernilai tambah dari buah, tempurung, sabut maupun biomassa kelapa.
Faperta UNSRAT Siap Menjadi Mitra Strategis
Webinar yang dimoderatori Ir. Antje Grace Tulungen, M.Si. ini juga menjadi ruang mempertemukan kebijakan pemerintah, hasil riset, pengalaman lapangan, serta kapasitas akademik perguruan tinggi.
Fakultas Pertanian UNSRAT menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan teknologi tepat guna serta kolaborasi dengan Kementerian Pertanian, BRIN, pemerintah daerah, dunia usaha dan kelompok tani.
“Target akhirnya bukan hanya menghasilkan lebih banyak kelapa, tetapi membangun ekosistem perkelapaan yang produktif, inovatif, bernilai tambah dan berkelanjutan. Dari Sulawesi Utara, kita ingin menunjukkan bahwa kelapa dapat menjadi kekuatan ekonomi hijau sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Dedie.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom tersebut diikuti lebih dari seratus peserta.
Antusiasme peserta memperlihatkan bahwa pengembangan kelapa tetap menjadi isu penting, khususnya bagi Sulawesi Utara.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UNSRAT berharap sinergi perguruan tinggi–Kementerian Pertanian–BRIN–pemerintah daerah–petani–industri semakin kuat sehingga inovasi tidak berhenti pada penelitian, tetapi dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata.
Semangat yang dibawa dari webinar tersebut sederhana tetapi strategis: kelapa untuk masa depan berkelanjutan—kuat di hulu, inovatif di hilir, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. (nando/*)

