“Jangan mudah tergiur oleh tawaran-tawaran keuangan yang belum jelas dari lembaga jasa keuangan,” pesannya.

Pembukaan BIK 2026 di Manado melibatkan pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA, bersama perwakilan pemerintah daerah serta industri jasa keuangan.

Rangkaian acara juga diisi dengan kegiatan Zumba bersama dan kunjungan edukatif ke Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara.

Robert menjelaskan, pemilihan museum turut dikaitkan dengan peringatan Hari Museum Nasional 2026.

Kolaborasi ini diharapkan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih beragam bagi peserta, dengan menggabungkan edukasi keuangan dan pengenalan sejarah daerah.

Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Galang, menyambut baik penggunaan museum sebagai lokasi kegiatan.

Ia menilai museum dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan sejarah serta perkembangan Sulawesi Utara kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Dipilihnya museum ini sebagai tempat kegiatan, sekiranya ini bisa memberikan edukasi juga terkait gambaran Sulut lewat museum ini,” kata Tahlis.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto, perwakilan industri jasa keuangan, serta para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Melalui BIK 2026, OJK SulutGo bersama pemerintah daerah dan pelaku industri jasa keuangan terus mendorong peningkatan akses terhadap layanan finansial formal.

Dengan capaian inklusi keuangan sebesar 93,61 persen, penguatan literasi menjadi langkah penting agar semakin banyak masyarakat mampu memanfaatkan produk keuangan secara aman, cermat, dan sesuai kebutuhan. (nando/*)