RATAHAN- Jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) sedikitnya bisa bernapas lega. Meski belum secara keseluruhan jajaran Bawaslu di-rapid test, namun peserta rapid test massal pada Selasa (7/7/2020) di semua puskesmas 12 kecamatan di wilayah Mitra, menunjukkan hasil nonreaktif.

Hasil ini pun disambut gembira para pimpinan Bawaslu. Dilihatnya hasil ini sebagai langkah baik untuk kemudian melayakkan jajarannya melakukan tugas dan pengawasan di lapangan pada tahapan Pilkada 2020 di tengah pendemi Covid-19.

“Pada prinsipnya pelaksanaan tugas pengawasan di tengah pendemi harus mengedepankan protokoler kesehatan. Nah, jajaran Bawaslu kemudian melakukan rapid test masal bagi seluruh jajaran dimulai dari Kabupaten, Panwaslu Kecamatan hingga seluruh jajaran Pengawas Desa dan Kelurahan. Pun dari kesemuanya yang melakukan test, hasilnya non reaktif,” ujar Ketua Bawaslu Mitra Jobby Lungkutoy didampingi pimpinan Dolly Van Gobel dan Amran Ibrahim.

Meski begitu, Jobby mengungkapkan, hasil rapid test tidak sepenuhnya menjamin soal keamanan dan kesehatan jajarannnya. Ia pun berharap agar dilapangan tetap untuk mengedepankan tugas pengawasan dengan protokol kesehatan. Diantara dengan jaga jarak hingga melengkapi diri dengan alat pelindung diri (APD) yang nantinya disiapkan.

“Akan menjadi tugas dan tantangan tersendiri melakukan pengawasan ditengah pendemi. Maka dari itu keslamatan dan kesehatan menjadi pra syarat melakukan tugas pengawasan,” timpalnya.

Kesempatan yang sama, pimpinan Bawaslu Mitra Dolly Van Gobel menambahkan, rapid test yang dilakukan pihak Bawaslu ikut dibantu oleh para petugas Kesehatan dari Dinas Kesehatan.

“Jadi teknisnya alat rapid test disiapkan oleh Bawaslu, sementara untuk pemeriksaan kita dibantu oleh petugas Dinas Kesehatan lewat petugas Puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan,” terang Dolly. (Marvel Pandaleke)