MANADO – Stabilisasi pasokan maupun harga beras sangat penting saat ini, terlebih lagi di tengah himpitan bencana yang menerjang Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) maupun provinsi-provinsi lainnya pada awal tahun 2021 ini.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Edwin Kindangen melalui Kepala Seksi (Kasie) Bina Pasar dan Distribusi Disperindag Sulut, Marten Sirappa kepada wartawan KORAN SINDO MANADO, Selasa (26/1/2021).
Marten mengatakan bahwa lebih banyak stok beras yang masuk ke pasar dapat memberikan efek kepada kestabilan harga di pasar-pasar tersebut. “Apalagi ini banyak bencana dimana-mana. Jadi mengantisipasi agar jangan sampai stok menjadi kurang,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon di Manado.
“Dimana-mana ada bencana, terlebih ada daerah-daerah yang sawahnya sampai kebanjiran, terkena banjir. Sehingga stabilisasi penting untuk menjaga ketersediaan stok. Karena kalau dia kurang atau kosong, bisa saja ada spekulasi harga yang dapat terjadi,” kata Marten.
Terkait stabilisasi pasokan beras sendiri, sebenarnya Satgas Pangan Sulut direncanakan akan melakukan stabilisasi pada pekan ini. Namun hingga Selasa ini, kata dia, belum ada informasi yang diberikan dari Bulog Divisi Regional (Divre) Sulut. “Mungkin masih sibuk dengan berbagai bantuan untuk bencana, tapi pasti stabilisasi akan dilakukan dalam waktu dekat ini,” paparnya.
Sementara itu dari informasi yang didapatkan dari Dinas Pangan Sulut, harga beras di salah satu pasar tradisional di Kota Manado, yakni Pasar Bersehati terpantau masih stabil. Dimana untuk beras premium terpantau dijual seharga Rp.12.000 per kg. Lalu beras medium di kisaran harga Rp11.000 per kg dan beras termurah dihargai Rp10.000 per kg. (Fernando Rumetor)


Tinggalkan Balasan