MANADO- Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) telah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) tentang sosialisasi pemasaran online pada UKM pengrajin kue di Kotamobagu pada 26 Juni 2021 lalu.

Kegiatan ini dilaksanakan tim PKM yang diketuai oleh Prof.Dr.Feti Fatimah, MSi (Fakultas MIPA Unsrat) dengan anggota Moh. Fikri Pomalingo S.TP, M.Si (Fakultas Teknik Unima) serta Dr.Ir. Jane Sulinda Tambas, M.Si (Fakultas Pertanian Unsrat). Selain itu, dibantu mahasiswa Unsrat dan Unima yaitu Faishal Manabung, Apriyudi Triagun, Glen Jacob, Reynaldo, Alvin Sthiefandy.

Mitra dari kegitan ini adalah UMKM pengrajin kue di Kotamobagu, di mana ada 10 UKM yaitu UKM Arafah, UKM Bunchan, UKM Daya Cipta Stick, UKM D’Fla Cake, UKM Ihlas Sejati, UKM Maha Karya, UKM Multazam, UKM Rizqullah, UKM, Rumah Kue Al razaak, UKM Umega.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan yang didanai Kemdikbudristek Dirjen PTDSD tahun 2021 dengan judul “PKM Penguatan TeknologiUsaha Pengrajin Kue Di Kota Kotamobagu Melalui Perbaikan Produksi dan Pemasaran Online Guna Menghadapi Era New Normal”.

Ketua kegiatan Prof.Dr.Feti Fatimah, M.Si mengatakan, kegiatan PKM merupakan salah satu dharma dari Tri dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dilatarbelakangi adanya UKM yang terdampak pandemi Covid-19. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan penguatan teknologi pada UKM pengrajin kue di Kotamobagu melalui promosi serta pemasaran online.

Metode kegiatan yang akan dilakukan meliputi tahap persiapan meliputi identifikasi dan pembuatan data base UKM dan sosialisasi tujuan dan target kegiatan, tahap pembelajaran meliputi pembahasan mengenai pandemi Covid-19 serta dampak sosialnya dan tahap berikutnya adalah implementasi teknologi melalui pembuatan dokumen promosi online (pembuatan video dan foto produk), serta memfasilitasi pembuatan aplikasi pemasaran online melalui media jual beli online dan sosial media.

“Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi jalan keluar yang strategis bagi para UKM pengrajin kue Kota Kotamobagu dalam menghadapi dampak pandemic Covid 19, sehingga UKM dapat bangkit kembali dan survive dimasa new normal. Diharapkan kegiatan ini dapat turut berperan dalam melakukan inovasi teknologi berbasis Less Contact Economy (LCE),” ujarnya. (Redaksi)