MANADO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat Kota Manado mengalami deflasi sebesar 0,21 persen pada bulan Februari 2023.

Komoditi penyumbang deflasi terbesar di Kota Manado ialah angkutan udara, yakni sebesar 0,5269 persen. Dimana angkutan udara masuk kedalam kelompok pengeluaran Transportasi.

“Kota Manado sebagaimana terjadi di Nasional, penurunan harga avtur menyebabkan kelompok pengeluaran Transportasi mengalami deflasi hingga 3,62 persen di Kota Manado,” ungkap Kepala BPS Sulut, Asim Saputra, Rabu (1/3/2021)

Sedangkan penyumbang inflasi terbesar Kota Manado pada Februari 2023 secara month to month (mtm) adalah ikan cakalang/ikan sisik, yakni sebesar 0,1241 persen.

Dilihat dari inflasi month to month (mtm) Kota Manado menempati urutan ke-9 inflasi di Pulau Sulawesi dan urutan ke-74 secara nasional, sedangkan secara year on year (yoy) Kota Manado menempati urutan ke-11 di Pulau Sulawesi dan urutan ke-80 secara nasional.

Adapun, jika dilihat secara year on year (yoy), Kota Manado pada Februari 2023 mengalami inflasi sebesar 4,83 persen, dan inflasi tahun kalender (ytd) sebesar 0,15 persen.

“Dari sebelas kelompok pengeluaran di Kota Manado, secara year on year (yoy) terdapat delapan kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan indeks,” beber Asim.

Delapan kelompok pengeluaran tersebut ialah kelompok transportasi sebesar 19,38 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,08 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,43 persen.

Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,12 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,02 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,97 persen.

Serta kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,72 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,50 persen. 

Sementara itu, ada dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok Rekreasi, Olahraga dan Budaya sebesar 1,31 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen, sedangkan kelompok pendidikan cenderung stagnan.

“Penyumbang inflasi terbesar secara year on year (yoy) pada bulan Februari yaitu bensin sebesar 0,9775 persen dan komoditi penyumbang deflasi terbesar yaitu kangkung sebesar 0,1559 persen,” beber Asim. (Fernando Rumetor)