Danrem: Prajurit Teritorial Harus Bekerja Keras, Agar Melayani Masyarakat Dengan Sempurna

oleh -
Apel Danramil sejajaran Korem 131/Santiago. (FOTO:Penerangan Korem)
Apel Danramil sejajaran Korem 131/Santiago. (FOTO:Penerangan Korem)

MANADO- Korem 131/Santiago dalam hal ini Staf Operasi yang didukung oleh Staf lainnya selama dua hari yang dimulai pada Kamis kemarin memberikan tambahan ilmu kepada para Danramil jajaran Korem 131/Santiago dalam kegiatan Apel Danramil.

Dimana hal tersebut guna memberikan situasi dan kondisi perkembangan saat ini yang semakin tidak ringan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab ke depan sehingga para Danramil tersebut sangat antusias dalam mengikuti kegiatan Apel Danramil tahun 2018.

Dimana sebelum pelaksanaan penutupan para Danramil mendapat pembekalan dari berbagai pihak untuk mengantisipasi perkembangan di wilayah tugas masing-masing yang tentunya tugas dan tanggung jawab tersebut dibantu oleh para Babinsa sebagai ujung tombak dalam pembinaan teritorial.

Komandan Korem 131/Santiago Brigjen TNI Joseph Robert Giri mengatakan, ucapan terima kasih atas partisipasi aktif para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Apel dimana hal ini menunjukkan tingginya rasa tanggung jawab, komitmen dan kepedulian para Danramil sebagai aparat Satkowil dalam menyelesaikan tugas secara profesional.

“Saya mengharapkan agar berbagai evaluasi dan solusi permasalahan yang telah diterima melalui pelaksanaan kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pedoman dan acuan dalam setiap pelaksanaan tugas selanjutnya demikian juga, berbagai materi penting yang telah disampaikan, saya berharap dapat dikembangkan guna meningkatkan tugas dan peran Koramil sebagai Satkowil yang professional,” ujar dia.

Lanjut dia, dimana dari hasil evaluasi, secara umum harus diakui bahwa peran komando kewilayahan, khususnya Koramil dijajaran Korem 131/Santiago masih perlu lebih dioptimalkan lagi, hal ini sekaligus sebagai wujud keseriusan kita dalam mengimplementasikan peran TNI ditengah-tengah masyarakat dimana salah satu hal yang mendasari keinginan untuk mengoptimalkan peran Satkowil, khususnya peran Danramil adalah karena munculnya berbagai permasalahan kehidupan berbangsa dan bernegara, yang terjadi saat ini.

“Indikator nyata yang pantas dikedepankan sebagai sebuah fakta adanya permasalahan bangsa, antara lain adanya isu-isu sara yanmg dapat membahayakan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, belum teratasinya masalah kesejahteraan rakyat, adanya tindakan anarkhis, radikalisme dan terorisme, narkoba, penyelundupan barang illegal diperbatasan dan pencurian ikan serta kekayaan alam maupun berbagai permasalahan lainnya,” teramg dia.

Menurut dia, oleh karena itu berangkat dari pemikiran tersebut, maka Satkowil dituntut mampu mengambil langkah-langkah konkret untuk mengoptimalkan perannya dalam rangka mewujudkan situasi kondusif di wilayah. Langkah-langkah yang dilakukan, juga harus disertai dengan kemampuan menjabarkan lima kemampuan territorial.

“Yaitu kemampuan temu cepat dan lapor cepat, kemampuan manajemen teritorial, kemampuan penguasaan wilayah, kemampuan perlawanan wilayah dan kemampuan komunikasi sosial dimana Kelima kemampuan ini, harus juga diimbangi dengan pemberdayaan peran para Babinsa secara maksimal sebagai ujung tombak pembinaan teritorial di wilayah,” jelas dia.

Dia menambahkan, jika kelima kemampuan teritorial tersebut dilaksanakan secara optimal dengan menggunakan metode Binter secara benar, maka saya yakin kedekatan Danramil yang dibantu oleh para Babinsa dengan masyarakat akan semakin terjalin dengan baik.

“Apa yang telah dilakukan untuk melayani masyarakat sehingga para Danramil dan Babinsa lebih banyak melayani kepada masyarakat dimana sejauh ini para Danramil dan Babinsa sudah cukup baik namun dalam konteks pelaksanaan tugas ibarat nilai 1 sampai 10,” terang dia.

“Saya berharap mereka dapat melaksanakan sampai pada nilai 15 karena bukan tugas biasa tapi harus memiliki kredit poin atau mencapai pristasi kumlau karena kita prajurit teritorial harus bekerja luar biasa supaya dapat melayani masyarakat dengan sempurna,” pungkas dia. (valentino warouw/fim/esm)