MANADO – Kuasa hukum pelapor Kartini Gaghansa, Hanafi Saleh, meminta penyidik Ditreskrim Polda Sulut untuk tetap independen dalam menangani kasus dugaan pembuatan surat palsu yang dilaporkan kliennya.
Hal tersebut menyusul beredarnya rumor adanya intervensi pihak yang disebut-sebut berasal dari lingkungan istana.
Pernyataan itu disampaikan Hanafi usai mendampingi Kartini Gaghansa memenuhi panggilan penyidik untuk pemeriksaan tambahan, Jumat (10/7/2026), pasca putusan praperadilan yang mengabulkan pembukaan kembali kasus tersebut.
Menanggapi pertanyaan soal kemungkinan mandeknya proses hukum berkaitan dengan rumor keterlibatan “orang istana”, Hanafi mengaku isu itu justru menarik perhatian tim kuasa hukum.
“Kami sangat mengharapkan kepada penyidik yang menangani perkara klien kami harus benar-benar berkiblat pada kebenaran dan keadilan untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu, tanpa pandang bulu. Tidak usah terpengaruh dengan siapa pun juga,” tegasnya.
Hanafi menyinggung komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam penegakan hukum sebagai acuan bagi penyidik agar tidak gentar menghadapi tekanan dari pihak mana pun, termasuk yang mengatasnamakan lingkungan istana.
“Kita tahu sama-sama bahwa komitmen Pak Presiden Prabowo Subianto dalam kaitan dengan penegakan hukum itu harus benar-benar diutamakan. Jadi penyidik tidak usah merasa terpengaruh dengan adanya intervensi dari pihak mana pun,” ujarnya.
Ia menegaskan, tim kuasa hukum yang dipimpinnya akan bersikap tegas jika ada upaya intervensi terhadap proses penyidikan.
“Kami selaku tim penasihat hukum akan senantiasa melawan dalam kaitan dengan penegakan hukum. Kalau ada pihak lain yang mau intervensi terhadap penyidik, itu kita abaikan saja,” katanya.
Hanafi menambahkan, konsekuensi dari sikap independen tersebut pada akhirnya akan kembali kepada aparat penegak hukum itu sendiri.
“Setiap waktu ada orangnya dan setiap orang ada waktunya. Jadi konsekuensinya terletak ke para penegak hukum itu sendiri, harus mempunyai komitmen tinggi untuk berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran dan keadilan,” pungkasnya. (nando)


Tinggalkan Balasan