1.000 Peserta Hadiri Penutupan Youth Conference GPSDI di Tompaso

oleh -6 Dilihat
Sekum GPSDI Pendeta Agusten Harapan membawakan Firman Tuhan dalam ibadah kegiatan penutupan perkemahan GPSDI, di Tompaso, Kabupaten Minahasa, Jumat (6/7).
Sekum GPSDI Pendeta Agusten Harapan membawakan Firman Tuhan dalam ibadah kegiatan penutupan perkemahan GPSDI, di Tompaso, Kabupaten Minahasa, Jumat (6/7).

MANADO — Sekira 1.000 peserta perkemahan dari perwakilan sejumlah provinsi di Indonesia mengikuti penutupan perkemahan Youth Conference Gereja Pentakosta Serikat Di Indonesia (GPSDI) di Tompaso, Minahasa, Jumat (6/7).

Sekretaris Umum (Sekum) GPDSI Pdt Agusten Harahap mengatakan, pelaksanaan perkemahan dari 3-6 Juli berlangsung lancar dan aman.

“Para peserta ada yang dari Provinsi Papua, Maluku, Kalimantan dan lainnya. Sekira 1.000 orang yang ikut kegiatan ini hingga selesai,” kata Harahap.

Dia menyebut, tujuan diadakan perkemahan ini untuk menumbuhkan iman dan kebersamaan, khususnya para generasi muda di GPSDI untuk menjadi generasi yang takut akan Tuhan.

“Selama kegiatan youth conference banyak sekali arahan dan pembinaan yang diberikan kepada para peserta. Lewat perkemahan ini, bisa menjadi pegangan atau pengalaman baru untuk lebih dekat dengan Tuhan, serta dapat berkarya dalam hal-hal positif,” tuturnya.

Harahap mengapresiasi kinerja panitia yang boleh mempersiapkan semua kegiatan yang dapat terlaksana dengan baik. Dia juga sangat senang, karena Provinsi Sulut boleh menjadi tuan rumah pelaksanaan perkemahan tersebut.

“Tentunya lewat perkemahan ini bukan hanya menjadi rutinitas tahunan saja, tetapi boleh memberikan pemahaman terlebih bagi anak-anak muda di GPSDI untuk menjadi terang dalam kehidupan sehari-hari,” tukasnya.

Seyla Manembu, salah satu peserta perkemahan dari wilayah Langowan Raya mengatakan, perkemahan tersebut menjadi kegembiraan tersendiri karena boleh berbaur bersama para peserta dari luar daerah, sekaligus mempertajam iman dan kepercayaan terhadap Tuhan Yesus Kristus.

“Saya berharap, kegiatan seperti ini boleh terus berlangsung di Minahasa. Apalagi, ini memberikan edukasi bagi kami, untuk memperkaya diri dengan hal-hal yang positif agar berguna bagi bangsa dan negara,” tandasnya. (michael tumbelaka/get)