Cegah Inflasi, BI Sebar 20 Ribu Bibit Barito di Provinsi Sulut

oleh -14 Dilihat
Bank Indonesia (BI) menyebar sekira 20.000 bibit tanaman batang bawang, rica (cabai), dan tomat
Bank Indonesia (BI) menyebar sekira 20.000 bibit tanaman batang bawang, rica (cabai), dan tomat. (Istimewa)

MANADO—Bank Indonesia (BI) menyebar sekira 20.000 bibit tanaman batang bawang, rica (cabai), dan tomat (Barito). Gerakan ini dilakukan untuk mengendalikan inflasi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara Soekowardojo mengatakan, tahun menyerahkan bantuan sekira 20.000 bibit tanaman Barito. Jumlah ini lebih besar dibanding dengan jumlah bibit di tahun sebelumnya.

“Bantuan bibit Barito ini dilakukan dengan tujuan untuk mendorong tercapainya kemandirian masyarakat, ketersediaan pasokan bahan pangan, serta stabilitas harga,” jelas Soekowardojo disela Peresmian Gerakan Barito+ periode 2018 di Kediaman Gubernur Sulut, Kolongan, Minahasa Utara, Senin, 16/7/2018.

Gerakan ini merupakan inisiatif dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sulut dalam upaya mengendalikan inflasi di daerah Sulut.

Tujuannya adalah agar bibit yang diserahkan pada hari ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pada kelompok Tim Penggerak PKK Provinsi Sulut dan Wanita Kaum Ibu GMIM Sinode dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, terutama pada komoditas bawang daun, cabai, dan tomat yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi penyumbang inflasi terbesar untuk Provinsi Sulut.

Menurut Soekowardojo, penyaluran bantuan bibit diharapkan mampu untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan masyarakat terutama saat permintaannya melonjak pada periode pengucapan syukur, serta natal dan tahun baru.

“Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat selama semester 1 2018, komoditas Barito menjadi salah satu penyumbang utama inflasi Sulut. Pada Bulan Juni 2018, kelompok volatile food memiliki andil inflasi sebesar 0,31% secara mtm, yang diantaranya dipengaruhi oleh inflasi komoditas tomat sayur yang memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,24%,” paparnya.

Namun, perlu diwaspadai beberapa hal yang berpotensi dapat memicu lonjakan inflasi hingga akhir tahun 2018, terutama periode Hari Pengucapan Syukur, dan Hari Raya Natal dan Tahun Baru dimana permintaan terhadap barang konsumsi termasuk bahan pangan dapat meningkat secara signifikan pada periode tersebut.

“Pengendalian inflasi memegang peranan penting dalam perekonomian. Upaya menjaga kestabilan harga barang dan jasa menjadi suatu keniscayaan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat, stabil, serta mampu dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya

Oleh karena itu, BI berharap bahwa bibit yang diserahkan dapat dirawat, dijaga, dan dipelihara dengan baik agar dapat dikonsumsi oleh masing-masing kelompok penerima setelah dipanen nanti untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini kami harap dapat mengendalikan kenaikan tingkat harga bawang daun, rica, dan tomat melalui peningkatan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi bahan pangan hariannya.

Sementara itu, Gubernnur Sulut Gubernur Olly mengatakan, selaku pemerintah daerah pihaknya mengapresiasi gerakan yang dimotori Bank Indonesia.

“Sangat menghargai serta mengapresiasi tindakan ini sebagai salah satu kepedulian bagi kesejahteraan masyarakat Sulut. Saya berpandangan bahwa kehadiran kita saat ini menandakan bahwa kita memiliki visi dan misi yang sama dalam merealisasikan terwujudnya masyarakat Sulut yang hebat dan sejahtera,” tambahnya. (stn)