MANADO — Opening ceremony (acara pembukaan) Manado Fiesta 2018 yang dipusatkan di Kawasan Pohon Kasih Megamas, spektakuler.

Ribuan warga maupun tamu undangan dan wisatawan yang hadir benar-benar dimanjakan dengan sejumlah parade dan atraksi yang ditampilkan. Pujian untuk iven akbar pariwisata yang digagas Pemerintah Kota Manado tak segan-segan diungkapkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Menurut dia, iven ini menjadi bukti bahwa Manado telah siap menjadi kota pariwisata dunia.

“Sebagai kota yang berada di pintu gerbang Asia Pasifik, iven pariwisata seperti ini pastinya akan lebih menarik minat wisatawan. Jadi tidak hanya dari China, Singapura, Filipina dan Korea Selatan. Tapi ke depan, Manado harus siap menyambut membeludaknya kunjungan wisatawan asing,” ujar Tjahjo, dalam sambutannya.

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, selain gencar promosi pariwisata, pemerintah wajib terus mengampanyekan kota ini aman dan nyaman dikunjungi.

Pasalnya, sesuai visi Presiden Joko Widodo membangun dari pinggiran, wilayah-wilayah di luar Jawa akan menjadi prioritas dalam pembangunan.

“Dengan komitmen dan kerja keras pemerintah membangun sektor pariwisata, semoga Manado bisa segera menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia dalam waktu dekat ini,” harap Mendagri, yang membuka secara resmi Manado Fiesta 2018 yang ditandai pelepasan burung merpati.

Senada diungkapkan Gubernur Olly Dondokambey. Dia mengaku, kehadiran iven pariwisata juga turut menyukseskan program pemerintah pusat yang menargetkan kunjungan jutaan wisatawan asing ke Indonesia pada tahun ini.

“Bukan hanya Manado, diharapkan kabupaten/kota lain di Sulawesi Utara terpacu untuk melaksanakan iven berskala nasional hingga internasional agar pariwisata Sulut kian mendunia dan kita dapat menghadirkan banyak wisatawan asing yang pastinya akan mendongkrak perekonomian daerah,” beber Olly.

Sementara itu, Wali Kota Manado Vicky Lumentut mengatakan, dalam acara pembukaan tidak hanya karnaval di darat saja, tetapi ada atraksi di udara dan laut.

“Di laut ada atraksi jet ski, perahu naga, lomba katinting dan perahu hias. Sementara di udara ada atraksi terjun payung, paramotor dan pesawat tempur yang dipastikan akan sangat menghibur semua orang yang datang menyaksikan,” ujar Lumentut.

Dia mengakui, yang akan ditampilkan di Manado Fiesta 2018, tidak jauh berbeda dengan gelaran perdana. Namun, telah dikemas lebih menarik dan spektakuler.

Dalam karnaval FisCo, tetap diangkat keanekaragaman biota laut yang ada di Bunaken serta berbagai etnis, budaya dan agama yang ada dalam rumah besar Manado.

“Tema kita dalam Manado Fiesta 2018 ini adalah Manado Cerdas Manado Rukun, sehingga selain mengangkat keanekaragaman biota laut yang ada di Bunaken dalam bentuk karnaval kendaraan hias, juga yang kita angkat adalah berbagai suku, agama, budaya yang ada di Kota Manado dalam rumah besar kita,” jelas orang nomor satu di Kota Manado itu.

Sekadar diketahui, kemeriahan mulai terlihat tatkala sekira 26 penerjun terbaik dari kepolisian, TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara serta para atlet terjun payung Sulut menghiasi langit Manado. Satu-persatu mendarat tepat di panggung kehormatan membuat takjub pengunjung.

Usai disajikan atraksi terjun payung dan paramotor serta pesawat tempur, ribuan pasang mata diarahkan melihat ke arah teluk Manado. Di mana, puluhan perahu telah siap berlomba.

Baik itu katinting, perahu hias dan perahu naga yang dikoordinir Pangkalan Utama Angkatan Laut VIII Manado. Puas menyaksikan atraksi di laut dengan sejumlah perahu dan jet ski, tak berselang lama, rombongan parade rumah besar dan kendaraan hias yang start dari God Bless Park memasuki panggung kehormatan, sekira pukul 17.10 Wita. Parade dari kepolisian dan TNI mengawali pesta karnaval di darat.

Kemudian disusul aksi tarian lokal. Mulai dari katrili hingga atraksi ekstrim tarian perang kabasaran.

Aksi tak kalah menarik juga dipertontonkan rumah besar rombongan Papua dan Maluku yang juga menampilkan tarian perang. Padepokan silat tradisional juga memberi suguhan tak kalah sadis.

Dimana, ada peragaan ilmu meringankan tubuh serta menghancurkan es balok dengan tangan. Parade rumah besar kemarin, hampir menampilkan seluruh keragaman nusantara.

Mulai dari Pulau Sumatera hingga Papua. Hanya perwakilan dari Pulau Kalimantan yang tidak terlihat. Manado Fiesta kali ini menyajikan banyak kejutan untuk pengunjung.

Dimana, turut dimeriahkan karnaval baju bertema bawah laut yang tak kalah indah seperti di Jember Fashion Show. Parade rumah besar sendiri ditutup dengan aksi kerukunan umatberagama serta kreatifitas BEM berbagai universitas ternama di Sulut.

Sekira pukul 18.50 Wita, parade kendaraan hias yang telah ditunggu-tunggu akhirnya memasuki panggung utama. Di awali dengan kendaraan hias milik pemkot yang mengambil tema bawah laut.

Lengkap dengan biota bawah laut khas Manado dengan maskot Nyong dan Nona Manado yang naik di atas kendaraan. Menyusul puluhan kendaraan hias berbagai tema, baik dari swasta, sponsor hingga milik pemerintah yang berjumlah lebih dari 30 puluh kendaraan.

Tampak hadir, Sekretaris Daerah Sulut Edwin Silangen, sejumlah senator DPD RI asal Sulut, petinggi Lippo Group Theo Sambuaga, para bupati dan wali kota se-Sulut, Forkopimda Sulut, Forkopimda Manado, serta para tamu undangan lainnya. (KORAN SINDO MANADO/KIMGERRY)