MANADO-Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus menyeriusi program Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagaimana salah satu program prioritas Pemerintah Pusat.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulut, BA Tinungki melalui Kepala Bidang (Kabid) Energi, Brahmaputra mengatakan, Provinsi Sulut punya banyak potensi EBT. Saat ini sudah ada beberapa potensi tersebut yang digarap.
“Sudah ada beberapa potensi EBT yang digarap seperti di Lahendong dan wilayah lain. Sekarang ini, sudah ada perusahaan yang siap menggarap potensi EBT panas bumi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut),” kata Brahmaputra.
Dia menjelaskan, bawuran EBT secara nasional ditargetkan 23% di 2025, dan 31% di 2040. Kalau di Provinsi Sulut, bawuran EBT 35% di 2025, dan 48% di 2040.
Lanjut dia, potensi EBT yang sudah terpasang yakni Air dengan kapasitas 59,38 Mega Watt (MW), Tenaga Surya totalnya sebesar 799 Kilo Watt Peak, dan Panas Bumi sebesar 118 MW.
“Sumber EBT kita sangat besar. Hingga kini hanya beberapa persennya yang tergarap. Memang penggarapannya butuh peralatan canggih,” tuturnya.
Dia menjelaskan, pihaknya sangat terbuka jika ada perusahaan yang datang mengelola sumber EBT tersebut. Pasalnya, pengelolaan dari perusahaan sangat diperlukan, karena mengingat banyak potensi EBT yang memang belum tergarap.
Dipaparkannya, jenis energi yang potensi berada di Sulut yakni Bayu sebesar 1,214 MW, Biogas 13.80 MW, Biomassa 150.20 MW, Surya 2,113 MW, Air 888.60 MW, Panas Bumi 918.00 MW dan Minihidro/Mikrohidro 111.00 MW.
“Melihat potensi ini, tentu hanya sebagiannya yang sedang tergarap. Sulut memang punya banyak potensi EBT,” akunya.
Brahmaputra menuturkan, program EBT merupakan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang ditindaklanjuti lewat Rencana Umum Energi Daerah (RUED) 2019.
“Kita tengah menyusun RUED 2019, agar tahun depan sudah punya Peraturan Gubernur (Pergub) yang nantinya ditindaklanjuti melalui Peraturan Daerah (Perda). Kita terus menyeruisinya,” tandasnya. (Rivco)


Tinggalkan Balasan