MANADO—Bank Indonesia mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) mengembangkan bisnis berbasis digital untuk mendukung sektor pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Soekowardojo menilai, pada dasarnya menjalankan usaha di era modern semakin mudah. Sebab kata dia, layanan internet dapat menjadi marketing untuk mempromosikan produk UMKM.

“UMKM harus memanfaatkan kemudahan akses internet untuk memperkuat usaha. Banyak hal yang dapat dilakukan termasuk untuk promosi dan mencari pasar baru,” ujar Soekowardojo disela pembukaan kegiatan Sulut Fest 2018 yang digelar di Atrium Manado Town Square (Mantos) 3, Kamis, 22/11/2018.

Iven Sulut Fest 2018 ini  dilaksanakan sejak  22-24 November 2018. Sulut Fest 2018 dipelopori oleh Bank Indonesia Perwakilan Sulut. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Festival Ekonomi Sulawesi Utara dengan mengangkat tema “Pengembangan UMKM dalam Mendukung Sektor Pariwisata di Era Digital”.

Adapun ajang bergengsi ini dibuka secara simbolik oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Soekowardojo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekprov Sulut Ruddy Mokoginta, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulut Gorontalo Malut Elyanus Pongsoda, Perwakilan Perbankan, Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gofur, Pendeta Johan Manampiring, serta  SKPD Provinsi Sulut.

Soekowardjojo mengatakan, tujuan diadakannya Sulut Fest 2018 ini sebagai wujud kreasi bagi pelaku UMKM Sulut, wirausaha baru Indonesia dan rekan perwakilan Bank Indonesia dari Provinsi lain. Sulut Fest 2018 ini juga mengasah kaum milenial untuk menjadi wirausaha mandiri yang dapat menciptakan lapangan kerja.

“Para pemuda dan pemudi yang nantinya juga diharapkan menjadi wirausaha mandiri dan handal, Dan yang tak kalah penting ialah pariwisata di era ekonomi digital,” pungkasnya.

Menurutnya, kegiatan ini secara khusus menghadirkan berbagai pihak mulai dari pelaku usaha, perbankan, maskapai dan agen penerbangan hingga stakeholder terkait yang ada di Sulut guna mendorong pemberdayaan ekonomi.

“Pelaku UMKM unggulan yang ada baik binaan dari Bank Indonesia maupun binaan SKPD terkait yang akan mempromosikan produk-produk premium khas Sulut, Kemudian juga Dinas Pariwisata Kabupaten dan Kota untuk mempromosikan pariwisata unggulan di Sulut,” tambahnya.

Mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambay, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekprov Sulut Ruddy Mokoginta mengapresiasi segala pihak yang telah bersinergi dalam menyelenggarakan kegiatan Sulut Fest 2018.

“Kegiatan yang dilaksanakan ini saya nilai sangat tepat dalam memperkenalkan produk-produk unggulan di Bumi Nyiur Melambai, baik produk tradisional maupun modern,” jelasnya

Dia menyebutkan, pengembangan UMKM berbasis digital akan mendukung ekonomi pariwisata yang sedang digalakkan pemerintah. Apalagi melihat kunjungan wisatawan mancanegara asal China, pasti akan memerlukan produk UMKM untuk dijadikan oleh-oleh.

“Sulut sedang dibanjiri wisatawan dari China, ini kita harus manfaatkan supaya turis ini membeli produk UMKM baik kerajinan tangan, kuliner dan produk lainnya,” tuturnya.

Selain kunjungan wisatawan China, letak geografis yang strategis di bibir Asia Pasifik dapat membuat produk UMKM di ekspor ke berbagai negara. Karena itu dia berharap, produk UMKM harus dibuat sebaik mungkin agar dapat bersaing dengan daerah lainnya.

“Kualitas dan kuantitas harus diperhatikan, supaya produk UMKM dilirik pembeli,” paparnya.

Dalam implementasinya hingga saat ini kata dia, Pemprov terus mengembangkan dan mendorong perkembangan sektor pariwisata, UMKM, juga perdagangan.

Sulut Fest 2018 ini diharapkan jadi ajang yang tepat bagi promosi produk unggulan dan industri unggulan daerah, peluang investasi, serta objek wisata unggulan dalam upaya Sulut menjadi salah satu destinasi unggulan pariwisata di Indonesia. (fernando rumetor/mg)