DBD Makan Korban, Bocah 6 Tahun Asal Minahasa Tenggara Meninggal

oleh -
Ilustrasi. (Istimewa)

RATAHAN — Korban meninggal akibat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulawesi Utara (Sulut) terus bertambah. Salah satunya bocah berusia 6 tahun yang tercatat sebagai warga Minahasa Tenggara (Mitra) asal Desa Buku Tenggara Kecamatan Belang, Minggu (13/1/2019).

Diperoleh informasi, korban positif DBD meninggal di RS Prof Kandou Malalayang dan sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di Klinik Kesehatan Belang.

Kepala Dinas Kesehatan Mitra Helny Ratuliu saat dikonfirmasi, membenarkan informasi tersebut. Menurut dia, pihaknya sudah menerima informasi tersebut dan memastikan jika korban meninggal akibat DBD sebagaimana hasil diagnosis pihak RS Prof Kandou Malalayang. “Korban adalah anak 6 tahun warga kecamatan Belang,” sebut Helny.

Atas kejadian ini, Helny memastikan jika status yang ditetapkan adalah siaga DBD dengan jumlah kasus di awal tahun sebanyak 6 kasus. Di mana, salah satu diantaranya meninggal.

“Jadi upaya yang kita lakukan sampai saat ini adalah dengan melakukan fogging di wilayah yang sudah didapati positif DBD. Hanya saja, langkah ini harus dibarengi dengan mengidentifikasi wadah atau tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti,” terangnya.

Tak hanya itu, pihaknya terus mengoptimalkan sosialisasi sebagai edukasi bagi masyarakat terkait langkah penanganan maupun pencegahan.

“Ada petugas kesehatan yang kita sebar untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Petugas kami hadir di pertemuan kemasyarakatan, Posyandu hingga pertemuan PKK. Sebab upaya pencegahan juga harus ada proaktif masyarakat,” kata Helny.

Sementara kasus DBD yang marak terjadi, menimbulkan kekhawatiran banyak masyarakat. Mereka mendesak agar pemerintah secepatnya mendeteksi wilayah tersampak kasus DBD untuk dilakukan pengasapan.

“Kasus DBD sudah menjadi ancaman serius. Bahkan, menurut informasi sudah ada warga kami yang terkena DBD. Jadi kalau bisa dilakukan fogging secepatnya. Jangan sampai menyebar apalagi kepada anak-anak,” ujar Fendi Ilolu, warga Belang. (Marvel Pandaleke/Kimgerry)