MANADO – Mempertegas persatuan dan kerukunan dalam bermasyarakat, warga Kelurahan Mahakaret Barat Lingkungan satu hingga enam Kecamatan Wenang Kota Manado, menggelar karnaval figura kunci tahun 2018, Sabtu (26/1/2019).

Karnaval figura yang diikuti anak-anak, dewasa hingga lansia dengan kostum yang nyentrik dan mengikuti perkembangan jaman saat ini, dilepas dari lapangan jalan garuda keliling jalan 14 Februari dan kembali finish di jalan Garuda.

Walikota Manado G.S Vicky Lumentut yang membuka karnaval figura ini dalam sambutannya mengajak masyarakat agar terus melestarikan tradisi budaya yang sudah digelar turun temurun ini.

“Karnaval figura ini untuk kedepan nanti bisa digelar lebih besar lagi se-kota Manado dan dimasukan dalam kalender pariwisata dalam menunjang program pariwisata di kota Manado. Koordinasikan dengan Dinas Pariwisata untuk disepakati tanggal berapa karnaval ini bisa menjadi agenda tahunan,” kata Vicky Lumentut.

Ketua Panitia karnaval figura, Joudy Waterkamp dalam penyampaiannya mengatakan, kegiatan inj dilaksanakan untuk meneruskan tradisi turun temurun dalam rangka kunci tahun yang selalu digelar kelurahan Mahakeret Barat sebagai salah satu kampung tertua di kota Manado.

“Tradisi ini tidak lepas dari budaya komunitas warga Borgo di Kota Manado dalam menunjukan rasa kebersamaan dan kekeluargaan dalam bermasyarakat,” kata Waterkamp.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat yang juga Ketua Komunitas warga Borgo, Franky Lasedu menambahkan, konon karnaval figura ini dibawa oleh bangsa luar yang datang ke Manado dan diapdosi para leluhur warga Borgo hingga menjadi tradisi turun temurun hingga saat ini.

“Karnaval Figura ini adalah budaya pemersatu bangsa di setiap kuncikan tahun, yang membawa aroma perdamaian dan cinta kasih. Oleh karena itu, jika kita masih sering berselisih di tahun 2018, mari kita lepas semua itu dan menyambut tahun 2019 dengan memantapkan persatuan dan kedamaian sebagaimana tema karnaval figura ini yakni Mahakeret Barat Bersatu dan jaya,” tukas Franky Lasedu. (Christy Lompoliuw)

 

 

Editor: valentino warouw