Dicari, 600.000 Digital Talent Tiap tahun,DCS Sasar Anak Didik di Manado 

oleh -
Kominfo memberikan sosialisasi program pendidikan tanpa gelar bertajuk Digital Talent Scholarship (DTS) di Aula Rektorat Politeknik Manado bersama ratusan mahasiswa dan pelajar SMK. FOTO: alfrits semen

MANADO — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuka program pendidikan tanpa gelar bertajuk Digital Talent Scholarship (DTS) atau beasiswa pelatihan intensif.

Kemarin, informasi terkait pendidikan ini dipaparkan langsung di Aula Rektorat Politeknik Manado bersama ratusan mahasiswa dan pelajar SMK.

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Pengembangan Profesi dan Sertifikasi Kominfo, Krismassion Prihationo, menjelaskan DTS merupakan beasiswa pelatihan intensif bagi 25.000 peserta di seluruh Indonesia.

Kata dia, program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan dan daya saing SDM di bidang TIK dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0, dengan goals sertifikasi internasional yang akan dikeluarkan oleh badan Litbang SDM .

“DTS ini memiliki empat program. Pertama yaitu program Fresh Graduate Academy (FGA) yang khusus untuk D3 , D4 dan S1. Program kedua Vocational School Graduate Academy (VSGA) untuk alumni SMK TIK. Kemudian ketiga program Online Academy (OA) untuk PNS, non PNS , masyarakat umum dan lainnya. Sedangkan program terakhir yaitu program Coding Teacher Academy (CTA) khusus untuk guru-guru SMK/SMA yang mengajar TIK,” jelasnya.

Namun untuk CTA kata dia, tahun ini hanya diberlakukan di Pulau Jawa, mengingat programnya khusus dan dibiayai penuh oleh negara.

Menurut Krismassion, gagasan lahirnya program ini karena Indonesia membutuhkan 600.000 digital talent setiap tahun. Sehingga, pemerintah menargetkan 20.000 orang mendapat sertifikasi sebagai tenaga terampil melalui DTS.

Kepala BPSDMP Manado, Christiany Juditha, mengungkapkan beasiswa ini dikelola Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo bekerja sama dengan sejumlah universitas di Indonesia. Untuk Manado katanya, Politeknik Negeri dan Universitas Sam Ratulangi akan menjadi lokasi bimbingan peserta yang dinyatakan lulus.

Ia menegaskan program ini tidak dipungut biaya apapun dan proses pendaftarannya dilakukan online. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi peserta yang lulus dan akan mendapatkan uang saku sebesar Rp750.000 selama pendidikan. “Selesai dibekali, kominfo akan menjaring vendor untuk merekrut tenaga yang sudah siap kerja,” tandasnya. (alfrits semen)