Dinkesda Sulut Sosialisasi Pentingnya ASI Eksklusif Bayi 0-6 Bulan

oleh -
Tampak, para peserta dan narasumber foto bersama usai kegiatan sosialisasi. (ist)

MANADO-Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulut menggelar kegiatan pertemuan sosialisasi Kampanye PP ASI Eksklusif Tahun 2019 di Manado. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada ibu-ibu terkait pentingnya pemberian ASI selama enam bulan kepada anaknya.

Kepala Dinkesda Sulut dr Debie Kalalo melaui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dr Rima Lolong menjelaskan, ASI merupakan makanan terbaik khususnya bayi (0-6 bulan) yang fungsinya tidak dapat tergantikan oleh makanan dan minuman apapun.

Pemberian ASI merupakan pemenuhan hak bagi setiap ibu dan anak. Bukan rahasia lagi, bahwa anak yang mendapatkan ASI Eksklusif dan pola asuh yang tepat akan tumbuh berkembang secara optimal, tidak mudah sakit,” jelas Rima, Rabu (15/5/2019).

Dia mengakui, sangat penting adanya kerja sama dalam rangka mendukung pemberian ASI, dengan mengajak berbagai pihak untuk ikut berperan serta mendukung ibu menyusui. Artinya, bekerja bersama untuk mendukung keberlangsungan pemberian ASI yang memerlukan peran serta berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, dan seluruh lapisan masyarakat.

Saat ini, pemerintah baik pusat dan daerah sudah mengeluarkan beberapa kebijakan dan regulasi untuk mempromosikan, melindungi dan mendukung menyusui. Namun, upaya yang dilakukan ini tidak akan maksimal tanpa dukungan dan kerja sama dari semua sektor terkait serta lapisan masyarakat,” tukasnya.

Dipaparkannya, dalam rangka meningkatkan dukungan terhadap peningkatan cakupan ASI, terutama ASI Eksklusif, maka diperlukan penguatan advokasi kepada semua pemangku kepentingan terkait, baik di pemerintahan maupun mitra pembangunan termasuk organisasi masyarakat sipil, organisasi non pemerintah, sektor swasta, akademisi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, agar perempuan dan anak mendapatkan haknya dalam memberikan dan mendapatkan ASI.

Oleh karena itu, menyusui merupakan investasi dalam meningkatkan kesehatan dan kelangsungan hidup anak, sekaligus investasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan berdampak positif,” tandasnya. Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Dinkesda Sulut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Sulut, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), dokter spesialis anak dan Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI). Peserta yang hadir dari kader kesehatan di kabupaten dan kota se-Sulut. (rivco tololiu)