Hari Raya Idul Fitri Rabu 5 Juni 2019

oleh -
Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1440 Hijriah jatuh pada Rabu (5/6/2019). (FOTO: Istimewa)

MANADO- 1 Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu tanggal 5 Juni 2019, hal tersebut berdasarkan hasil pengamatan dengan posisi ijtimak akhir ramadhan tanggal 3 Juni 2019 pada jam 18 menit ke-4 detik ke-48 WITA.

Berdasarkan rilis dari Kemenag Provinsi Sulut, pembimbing Syariah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara di bawah pimpinan Ketua Tim Muhtar G. Bonde  menggelar pelaksanaan rukyatul hilal penentuan 1 Saywal 1440 H pada hari ini, Senin, 3 Juni 2019 yang dilaksanakan di Area Parkir MTC Manado.

Berdasarkan hasil pengamatan dengan posisi ijtimak akhir ramadhan tanggal 3 Juni 2019 pada jam 18 menit ke-4 detik ke-48 WITA, hasil yang diperolehsebagai berikut:

Tinggi hilal 0° -37 menit -47 detik

Terbenam matahari 17 jam 45 menit 22 detik

Terbenam bulan 17 jam 42 menit 51 detik

“Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, mewakili Kakanwil Kemenag Sulut kami sampaikan bahwa diperhitungkan 1 Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu tanggal 5 Juni 2019 dan hasil ini kami sampaikan sambil menunggu Sidang Isbat dan Keputusan Menteri Agama melalui Sidang isbath Kementerian Agama RI”, pungkas dia.(valentino warouw)

 

Hasil Sidang Isbat: Lebaran Jatuh pada Rabu 5 Juni 2019

JAKARTA – Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1440 Hijriah jatuh pada Rabu (5/6/2019).

Keputusan itu diambil melalui sidang isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Gedung Kemenag, Jakarta, Senin (3/6/2019).

“Dengan demikian Lebaran atau Idul Fitri 1 Syawal 1440 H jatuh pada Rabu 5 Juni 2019,” kata Lukman dalam jumpa pers di Kementerian Agama, Jakarta, Senin (3/6/3/2019).

Hal tersebut disimpulkan dari paparan Pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kemenag, Cecep Nurwendaya yang menjelaskan posisi hilal dari seluruh wilayah di Indonesia dan juga dunia.

Didapati posisi hilal di Indonesia minus 1 derajat 26 menit, sampai minus 0 derajat 5 menit. “Artinya dari seluruh wilayah posisi hilal di bawah ufuk,” kata Lukman.

Selain paparan Cecep, kata Lukman, dalam sidang tadi juga mendengar paparan petugas rukyatul hilal. Dari 33 petugas dari Rukyatul hilal menyebut tidak satu pun melihat hilal.

“Dari seluruh wilayah posisi hilal berada di bawah ufuk. Tidak satu pun petugas yang berhasil melihat hilal. Maka sebagaimana ketentuan dan kaidah, ketika hal itu terjadi maka bulan ramadan digenapkan jadi 30 hari,” tuturnya.

Lukman bersama perwakilan Majelis Ulama Indonesia Yusnari Yusuf dan Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher memimpin langsung sidang isbat ini.

Hadir juga dalam sidang isbat, para duta besar negara sahabat, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar falak dari ormas-ormas Islam, pejabat eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Seperti sidang isbat penentuan awal Ramadan, proses sidang dimulai pukul 17.00 WIB diawali dengan pemaparan dari Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal menjelang awal Syawal 1439 H.Adapun proses sidang isbat berlangsung selepas salat maghrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.

Kemenag menurunkan sejumlah pemantau hilal Syawal 1439 H di seluruh provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari petugas Kanwil Kemenag dan Kemenag kabupaten/kota yang bekerja sama dengan pengadilan agama, ormas Islam serta instansi terkait.

Dengan penetapan ini, sebagian besar umat Islam di Indonesia akan melakukan salat Idul Fitri pada Rabu 5 Juni 2019 pagi. (sindonews.com)