Milenial Adu Visi di Pilhut Serentak Minahasa Tenggara

oleh -
Sejumlah kalangan milenial ikut tarung dalam Pemilihan Hukum Tua Serentak di kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). (ist)
RATAHAN – Gelaran Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) secara serentak diwilayah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menjadi magnet tersendiri bagi para calon. Tak ketinggalan kalangan milenial kepincut beradu visi dan misi pada pesta demokrasi ditingkatan desa ini.
Sebut saja nama Denal Bataria, salah satu calon kalangan milenial yang ikut merintis peluang bagi kalangan generasi muda. Lelaki kelahiran Desember 1985 ini memastikan kesiapan untuk kembali mencalonkan diri di Desa Buku Tengah Kecamatan Belang.
“Jika Tuhan berkenan dan masyarakat memberikan kepercayaan kembali, saya tidak akan bekerja sendiri untuk membangun desa ini. Tugas membangun adalah kewajiban seluruh lapisan masyarakat Desa Buku Tengah,” ucap pria berusia 34 tahun ini.
Beberapa nama dari kalangan milenial pun kini mengikuti jejaknya. Sejumlah nama seperti Regen Pantow (Desa Morea) Novry Uguy (Desa Minanga Satu) hingga salah satu srikandi Desa Wioi, Trivena Sualang.
Kepada wartawan, mereka memastikan jika keikutsertaan dalam Pilhut tidak sekedar pelengkap semata. Ide dan gagasan serta inovasi dan kreativitas milenial menjadi modal untuk menarik simpati pemilih.
Regen Pantou, Calon Hukum Tua Morea bahkan optimis meraih kursi orang nomor satu di desanya. Suksesi Pilhut kali ini menjadi yang kedua kali bagi dirinya.
“Ini niat yang tulus dari saya untuk membangun Desa Moreah. Saya terbiasa berorganisasi dan mengadvokasi masyarakat. Dan saya bangga punya masyarakat yang cerdas dan bisa melihat potensi ini. Harus diingat juga bahwa pemimpin bukan lahir dari berapa besar uang yang dimiliki, tetapi lahir dari ide dan gagasan,” tuturnya.
Sama halnya dengan Trivena Sualang. Dirinya bertekad kuat untuk membangun desa dengan potensi yang dimilikinya. Menjadi junior dari antara para senior yang maju dalam Pilhut, tidak membuatnya merasa risih.
“Milenial mungkin di anggap masih terlalu muda untuk menjadi pemimpin. Akan Tetapi buat saya, sekarang saatnya yang muda untuk berkarya. Sebab kapan generasi muda menjadi penerus, jika yang tua terus menerus,” timpal srikandi.
Dia juga meminta masyarakat untuk memberikan kesempatan bagi kalangan muda untuk memimpin. Tetapai juga berharap Pilhut berjalan aman dan damai sebab baginya, suara rakyat adalah suara Tuhan.
“Terpenting adalah kedaulatan ada ditangan rakyat. Apapun hasilnya nanti, rakyat yang memilih dan harus diterima, lapang dada,” pungkas Trivena.
Terkait peluang para kaum milenial dalam Pilhut serentak, sejumlah tokoh masyarakat ikut angkat bicara. Mereka menilai jika sebetulnya peluang kalangan milenial cukup terbuka lebar.
“Generasi muda atau milenial kan lebih identik dengan inovasi dan lebih kreatif. Belum lagi soal penguasaan Informasi Teknologi. Nah itu menjadi satu keunggulan generasi muda selain juga soal sikap dan moral yang memang harus baik,” ujar tokoh pemuda Jendry Kawulusan.
Dia kemudian mengapresiasi pemberian diri kaum milenial pada tahapan Pilhut. Terlebih ketika jabatan hukum tua saat ini sudah sangat bergengsi.
“Kaum milenial sudah lebih berani untuk tampil. Kita lihat pada tahapan Pemilihan Legislatif lalu.  Nah sekarang pada Pilhut meski pada skop yang lebih kecil. Saya harap nantinya akan lebih banyak lagi pemimpin yang lahir dari kalangan generasi muda,” pungkas Kawulusan.  (marvel pandaleke)