Penerbangan di Manado Tak Terdampak Kabut Asap Gunung Klabat

oleh -
Bandara Sam Ratulangi Manado menerangkan, aktivitas penerbangan di Manado tidak terganggu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Gunung Klabat. KORAN SINDO MANADO

MANADO—Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Gunung Klabat Kabupaten Minahasa Utara belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sam Ratulangi Manado.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional Sam Satulangi Manado Minggus Gandeguai  menerangkan, pihaknya belum mendapat komplain dari maskapai terkait gangguan dari kabut asap. “Operasional normal,” jelas Minggus, Kamis, 19/9/2019.

Pasalnya kata dia, hingga saat ini aktivitas penerbangan baik dari dan ke Manado masih berjalan sesuai waktu kedatangan dan keberangkatan. “Jadi bandara tidak terdampak,” paparnya.

Karena itu, meskipun terjadi kebakaran di area Gunung Klabat yang lokasinya berdekatan dengan bandara, jarak pandang atau visibility dari pilot di Bandara Sam Ratulangi masih sangat normal, atau tidak terganggu.

Sebelumnya, Kapolres Minahasa Utara AKBP Jefri Siagian SIK, turun langsung melakukan pemadaman api di hutan gunung Klabat, Senin, (17/09/2019).

Kapolres yang didampingi Kabag Ops Kompol Aidit Djafar SH MH, Kasat Reskrim Akp Nohfri Maramis SIK, Kasat Sabhara Iptu Agustinus Towua, Kapolsek Dimembe AKP Edi Susanto, S. Sos bersama anggota dengan semangat berjibaku memadamkan api yang menyala di seputaran hutan Gunung Klabat.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga sore hari. Titik api yang cepat membesar dikarenakan tiupan angin, cukup menyulitkan proses pemadaman api.

Polres Minut sendiri sudah memetakan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. Personil Polres serta perlengkapan pemadaman juga sudah disiapkan mulai dari tingkat Polres sampai Polsek.

Tak hanya melakukan upaya preemtif dan preventif, Polres Minut pun akan melakukan upaya represif terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan secara sengaja.

“Kami ingatkan lagi, sanksi hukum bagi pelaku pembakar hutan dan lahan tegas. Kami minta masyarakat bisa bekerjasama dengan Polisi untuk mencegah dampak kebakaran hutan maupun lahan yang merugikan banyak pihak,” ujar Kapolres.

Kebakaran tersebut diakibatkan kemarau panjang yang melanda Sulut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Minahasa Utara, juga mengeluarkan peringatan dini Kekeringan Meteorologis di wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). (stenly sajow)