Orang Asing di Sulawesi Utara Diawasi

oleh -
Kepala Kantor Imigrasi Manado Friece Sumolang. (FOTO: Martcindy Rasuh)
MANADO— Tingginya kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang di Sulawesi Utara (Sulut) merupakan prestasi membanggakan untuk sektor pariwisata. Namun begitu, pengawasan terhadap orang asing harus diperketat sebagai langkah mencegah hal-hal negatif terjadi di daerah ini.
Kantor Imigrasi Kelas I Manado merilis, selang Januari-Oktober 2019, sudah ada 101.000 orang asing berkunjung di Sulut. Jumlah itu sebagian besar merupakan turis dan sisanya pekerja, investor serta memiliki hubungan keluarga. Kepala Kantor Imigrasi Manado Friece Sumolang mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan pengawasan.
“Pengawasan terus dilakukan supaya kedatangan dan keberadaan mereka di sini benar-benar memberi manfaat bagi daerah,” jelasnya dalam rapat Timpora Kabupaten Minahasa dan Pengukuhan Timpora Kecamatan se-Minahasa, kemarin.
Lanjut dia, pihaknya sudah mendeportasi 18 orang asing di Sulut, terbanyak dari China dan Amerika Serikat. Dikatakan Sumolang, deportasi dilakukan karena sejumlah orang asing itu datang menggunakan visa turis tetapi ternyata bekerja. Seperti menjadi instruktur selama maupun lainnya.
Karena itu, kini Kantor Imigrasi juga menggandeng pemerintah daerah seperti para camat untuk bersama mengawasi melalui Tim Pengawasan Orang Asing.
Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Provinsi Sulut Daniel Mewengkang mengatakan, pihaknya terus mendorong banyak program promosi wisata daerah untuk menggaet peningkatan kunjungan wisatawan ke Sulut.
“Target kita di 2019 ini sebesar 200 ribu wisman. Kita optimistis bisa mencapai itu, karena didukung juga oleh banyaknya kegiatan-kegaitan menarik yang dilakukan di daerah ini,” ujarnya. Meski begitu, dia menyebut pihaknya juga turut mengawasi para wisaman yang datang dengan berkoordinasi bersama Tim Pengawas Orang Asing.
“Kita juga turut melakukan koordinasi dalam pengawasan wisman yang datang ke Sulut. Artinya, wisman yang datang betul-betul tujuannya berlibur menikmati keindahan di daerah ini,” tukasnya.
Terkait tingginya kunjungan wisman, PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi Manado meningkatkan pelayanan dan kenyamanan guna mendukung pertumbuhan penerbangan internasional, diantaranya Manado-China.
General Manager Bandara Sam Ratulangi Minggus Gandeguai menerangkan, jumlah trafik wisatawan internasional khususnya dari kota-kota di China mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Minggus mengatakan, pihaknya berupaya memberikan pengalaman terbaik bagi wisman saat datang dan berangkat di bandara. “Kita dituntut untuk selalu meningkatkan pelayanan dan kenyamanan para pengguna jasa di Bandara Sam Ratulangi, apalagi kepada wisman China,” jelas Minggus.
 “Pentingnya kewaspadaan terhadap segala kemungkinan gangguan keamanan yang dapat terjadi sewaktu-waktu yang mana hal tersebut merupakan tanggung jawab dari seluruh stakeholder di bandara ini,” sambungnya.
Pihak bandara juga terus melakukan rapat koordinasi untuk menerapkan program pengamanan bandara serta menyediakan informasi melalui sinergitas dalam komunikasi aktif meningkatkan koordinasi dengan semua.
Adapun, pelaksanaan kegiatan rapat koordinasi Airport Security Committee mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.(Martsindy/Rivco/Stenly)