Beredar Petisi di change.org, Kadis Punuh Targetkan Perda Pendidikan Rampung 2020 Mendatang

oleh -
Kepala Dikda Sulut, Grace Punuh. (ist)

MANADO – Dunia pendidikan di Sulawesi Utara (Sulut) beberapa waktu belakangan ini, tengah menarik perhatian banyak kalangan. Sejumlah permasalahan yang terjadi membuat desakan segera disahkannya peraturan daerah (perda) pendidikan Sulut semakin mencuat. Desakan tersebut juga muncul dalam bentuk petisi online di laman change.org.

Dalam petisi tersebut disebutkan sejumlah permasalahan pendidikan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kasus penikaman yang terjadi di SMK Ichtus, yang berujung pada pembekuan izin sekolah. Hingga Minggu (10/11/2019), tercatat telah 44 orang yang menandatangani petisi yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda Sulut) dan DPRD Sulut ini.

Meski tergolong baru dan jumlah tanda tangan tidak naik signifikan, rencana pengesahan perda ini telah dibahas sebelumnya oleh dinas pendidikan daerah dan DPRD Sulut. Dikonfirmasi via ponsel, Kepala Dinas Pendidikan Sulut, Grace Punuh menyebutkan saat ini sudah ada materi rancangan peraturan daerah (ranperda) pendidikan yang tengah disusun.

“Target kami 2020 sudah disahkan oleh DPRD, setelah ranperda rampung. Kami akan terus kawal bersama progresnya. Semoga materi perda yang disahkan nanti dapat membantu peningkaan mutu pendidikan Sulut,” ungkap Punuh.

Sementara itu, Kordinator Pengawas (Korwas) SMA/SMK Disdikda Sulut, Hermanus Bawuoh juga menyatakan pentingnya perda pendidikan segera disahkan.

“Perda pendidikan perlu sebagai payung hukum bagi pengelolan pendidikan di Sulut. Segala hal yang menyangkut sistem pendidikan sudah diatur dalam perda ini. Hasil uji petik dari 15 kabupaten dan kota di Sulut diharapkam dapat memperkaya materi perda ini nantinya,” terangnya.

Bawuoh juga berharap dengan adanya perda pendidikan, nantinya akan membantu fungsi dan kerja pengawas sekolah di Sulawesi Utara. (Ilona piri)