Heboh! Pasangan Suami Istri Tewas Mengenaskan di Indekos Komo Luar

oleh -
Jenazah pasutri dibawa pihak berwajib dari indekos ke RS Bhayangkari untuk diautopsi. (FOTO: Deidy Wuisan)

MANADO– Warga Sulawesi Utara (Sulut) kembali dihebohkan dengan penemuan mayat suami istri, Sabtu (12/1/2020).

Pasangan suami istri (Pasutri) GA alias Gung, 26, warga Mamuju Utara  Sulawesi Barat dan RK alias Rosna warga Girian Bawah Kota Bitung, ditemukan dalam kondisi meninggal bersimbah darah.

Pasangan yang diketahui baru beberapa bupan menikah ini, ditemukan terlentang di atas tempat tidur salah satu rumah indekos Komo luar Kecamatan Wenang, Kota Manado yang diberi nama “60 Ribu per Hari”.

Tidak hanya menghebohkan warga sekitar, informasi dugaan pembunuhan tersebut juga langsung tersebar luas melalui dunia maya.

Berdasarkan data yang dirangkum SINDOMANADO.COM di tempat kejadian, pasutri tersebut ditemukan tewas sekira pukul 17.00 WITA.

Menurut keterangan saksi JA, 39, sekira pukul 24.00 WITA, saksi melihat korban GA keluar untuk mengambil makanan yang dipesan via aplikasi online dan kemudian langsung masuk kamar.

Menurut saksi, belum lama berselang, terdengar keributan antara keduanya dari dalam kamar. Sekira Pukul 16.00 WITA, penjaga indekos bernama Joni, 39, mendobrak pintu kos setelah mencurigai adanya kejanggalan di kamar tersebut.

“Setelah terbuka dua korban dalam posisi terlentang sudah tewas berlumuran darah”, ungkapnya.

Pantauan di lokasi, saat ditemukan korban GA tewas dengan luka tusukan di dada kiri, sementara korban RK pada bagian wajah dan leher, diduga akibat tusukan benda tajam.

Kasat reskrim Polrtesta manado AKP Tommy Arwan saat dikonfirmasi di tempat kejadian mengatakan, indekos tersebut dikontrak oleh pasutri yang tewas. Awal penemuan adalah dimana teman kerja korban wanita mendatangi indekos untuk memeriksa keadaan korban yang tidak masuk kerja.

“Untuk saat ini kita masih pendalaman tentang peristiwa berdasarkan hasil olah TKP sedangkan untuk jenazah sudah dibawa di RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Nanti dari hasil autopsi kita akan menentukan penyebab kematian dari korban, waktu dan dari situ lebih dalam lagi akan kami analisa sesuai apa yang terjadi,” pungkasnya. (Deidy Wuisan)