Penyetopan Impor Makanan dan Minuman dari China Tidak Berpengaruh di Sulut

oleh -
Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulut, Darwin Muksin. (ist)

MANADO – Pemerintah Indonesia akan menyetop impor produk makanan dan minuman dari China menyusul kian merebaknya dampak virus korona. Langkah ini dilakukan untuk mencegah tersebarnya virus novel korona (2019-nCov) yang telah menewaskan ratusan orang tersebut.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulut, Edwin Kindangen melalui Kabid Perdagangan Luar Negeri, Darwin Muksin mengatakan, kebijakan tersebut merupakan pertimbangan khusus dari pemerintah pusat menyikapi penyebaran virus korona dari China saat ini.

Meski begitu, kata Darwin, penyetopan impor produk makanan dan minuman dari China tidak akan berdampak di Sulawesi Utara (Sulut).

“Kalau soal itu, pastinya tidak berpengaruh. Apalagi sampai adanya kelangkaan produk makanan dan minuman yang memicu kenaikkan harga. Kita di sini punya banyak produk tersebut, baik yang berasal dari daerah sendiri, maupun dari luar daerah di Indonesia,” ungkap Darwin, Rabu (5/2/2020).

Dia menjelaskan, impor produk dari China yang di bawa ke Sulut sebelumnya melewati Surabaya. Biasanya produk yang dibawa selain makanan dan minuman, banyak diantaranya barang elektronik.

“Kalau di sini, banyak masyarakat mengkonsumsi produk makanan dan minuman yang diproduksi Negara sendiri. Jadi, kebijakan itu tidak berdampak ke Sulut,” terangnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengakui, dengan kondisi yang tidak menentu mengenai virus korona, maka pemerintah mengambil kebijakan akan setop sementara pasokan makanan dan minuman dari China.

“Adapun jenis-jenis produk impor asal China yang akan disetop masuk Indonesia baru akan ditentukan segera setelah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian,” tukasnya. (rivco tololiu)