Gubernur Letakan Batu Pertama Pembangunan Pelabuhan Pariwisata Bertaraf Internasional di Manado

oleh -
Gubernur Olly Dondokambey didampingi Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw meletakan batu pertama pembangunan Manado Marina Bay. (Ist)

MANADO – Gubernur Olly Dondokambey meletakan batu pertama pembangunan Manado Marina Bay di kantor PT Pelabuhan Indonesia IV (persero) Cabang Manado, Kamis (13/2/2020).

Gubernur kesempatan itu juga menyaksikan penandatanganan Memorandung of Understanding (MoU) antara PT Pelindo IV (Persero) dan PT Pembangunan Perumahan (PP). Tampak juga hadir Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Forkopimda Sulut.

“Sulawesi Utara akan segera memiliki pelabuhan pariwisata berskala internasional,” kata Olly, usai peletakan batu pertama MMB.

Gubenur mengatakan, pembangunan MMB merupakan upaya yang bernilai konstruktif dalam rangka pemantapan pembangunan daerah melalui sektor perhubungan atau pelabuhan dan pengembangkan sarana penunjang pariwisata.

“Selain sektor perhubungan atau konektivitas yang menjadi salah satu fokus pengembangan daerah ini menuju kemajuan, Pemprov Sulut juga telah menetapkan pariwisata sebagai salah satu leading sektor pembangunan daerah,” ungkapnya.

Komitmen ini tercermin langsung pada salah satu poin dalam sapta cita pembangunan daerah saat ini, yakni “mewujudkan Sulawesi Utara sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang berdaya saing”

Karenanya, MMB akan turut mampu menstimulus perkembangan sektor perhubungan dan pariwisata di Sulawesi Utara, khususnya dalam pelayanan angkutan laut, sehingga kedepannya akan menambah jumlah wisatawan domestik dan macanegara yang berkunjung ke Sulut.

Selain membangun MMB, PT Pelindo IV juga akan melakukan pengembangan Pelabuhan Manado. Pengembangan ini berupa membangun dermaga 4 ukuran 6×10 meter persegi, pengerukan kolam pelabuhan kedalaman -4 LWS, pembangunan terminal penumpang dengan luas 1.600 meter persegi dan lapangan penumpukan seluas 2.150 meter persegi.

Pengamat ekonomi Sulut Magdalena Wullur menilai, adanya pelabuhan pariwisata bertaraf internasional tentunya menjadi satu keuntungan bagi daerah untuk menggenjot peningkatan perekonomian.

“Adanya infrastruktur tersebut akan lebih menghidupkan sektor pariwisata daerah, yang tujuannya dapat meningkatkan perekonomian,” tandasnya. (rivco tololiu)