Tangan Dingin OD-SK, Sulut Dapat Jatah 5.000 Kartu Prakerja

oleh -
Ferry Teterego, Kasie Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri dan Penempatan TKA Disnkertransda Sulut. (Ist)

MANADO – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi salah satu daerah prioritas bersama empat provinsi lain yang mendapat perhatian khusus untuk pembagian Kartu Prakerja dari pemerintah pusat.

Daerah ini mendapatkan jatah 5.000 Kartu Prakerja. Itu patut disyukuri karena berkat tangan dingin dan lobi Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK), ribuan pencari kerja (pencaker) di Provinsi Sulut bisa difasilitasi dalam pengembangan kompetensi di berbagai bidang pelatihan kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulut, Erny Tumundo melalui Kepala Seksi (Kasie) Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri dan Penggunaan TKA, Ferry F Teterego menjelaskan, pendaftaran untuk Kartu Prakerja telah dibuka di kantor Disnakertrans Sulut.

“Hari pertama dibuka, sudah ada sekira 700-an pencaker yang mendaftar. Ada juga lewat by telepon,” ungkap Ferry di ruang kerjanya, Kamis (5/3/2020).

Dia menjelaskan, pemerintah pusat menargetkan 2 juta Kartu Prakerja di tahun 2020. Jumlah itu terbagi 1,5 juta Kartu Prakerja untuk akses digital dan berpeluang di akses oleh seluruh pencaker di Indonesia.

“Kemudian 500 ribu Kartu Prakerja sisanya, untuk akses reguler bagi lima daerah destinasi wisata super prioritas, salah satunya Provinsi Sulut,” terangnya.

Ferry mengakui, tangan dingin OD-SK yang mengelola pariwisata di daerah ini berdampak baik, hingga bisa mendapatkan perhatian khusus pemerintah pusat dengan mendapatkan jatah 5.000 Kartu Prakerja.

“Sulut dijadikan daerah destinasi wisata super prioritas dari pemerintah pusat, karena keberhasilan OD-SK membangun pariwisata di Bumi Nyiur Melambai ini. Nah, ini jadi salah satu tolak ukur pemerintah pusat memberikan jatah khusus untuk daerah ini. Ditambah lagi tentunya, faktor kedekatan dan lobi dari Gubernur Olly Dondokambey di teras pemerintah pusat,” terangnya.

Dia menjelaskan, awalnya pemerintah pusat memberikan jatah khusus bagi tiga daerah yakni Sulut, Bali dan Kepulauan Riau, yang menjadi destinasi wisata yang terdampak virus korona. Tetapi sekarang ketambahan DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim).

Disnakertrans Sulut, kata Ferry, akan membuka pendaftaran hingga 10 Maret 2020. Setelah itu, pihaknya akan prepare ke Jakarta untuk membawa berkas pendaftaran para pencaker yang telah mendaftarkan diri.

“Ini dikhususkan bagi masyarakat usia kerja 18 tahun ke atas dengan berbagai lulusan. Artinya, bisa lulusan SD, SMP dan SMA/SMK dan lainnya. Asalkan tidak buta huruf dan buta warna,” tuturnya.

Ferry mengungkapkan, pencaker yang nanti akan mendapatkan Kartu Prakerja bisa masuk mengikuti pelatihan kerja di BLK baik negeri maupun swasta.

“Kan biasa kalau mengikuti pelatihan atau kursus harus mengeluarkan biaya. Nah, kalau pakai Kartu Prakerja, pencaker tidak mengeluarkan biaya. Kartu tersebut mempunyai saldo yang dipakai pencaker untuk mendapatkan pelatihan kerja sesuai minat dan bakat yang dimiliki. Contoh kursus bahasa, menjahit, mekanik otomotif dan lainnya,” terangnya.

Dia menuturkan, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja melalui Program Kartu Prakerja lewat Pasal 8, disebutkan insentif diberikan kepada penerima Kartu Prakerja yang telah menyelesaikan program pelatihan.

Kemudian, insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan dalam rangka meringankan biaya mencari kerja dan evaluasi efektivitas Program Kartu Prakerja.

“Nah, manfaat Kartu Prakerja tersebut tentu sangat banyak. Selain mendapatkan fasilitas pelatihan kerja, pencaker yang telah selesai ikut pelatihan akan mendapatkan insentif. Besarannya diatur oleh pemerintah pusat,” tuturnya.

Ferry berharap, program ini menjadi satu keuntungan bagi masyarakat di Provinsi Sulut khususnya usia kerja yang belum mendapatkan pekerjaan. Apalagi program ini sejalan dengan program Pemprov Sulut yakni Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) dengan menekan angka pengangguran.

“Bagi pencaker diharapkan cepat mendaftar, karena syaratnya hanya KTP dan ijazah. Inilah bentuk perhatian pemerintah bagaimana bisa menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tandas F2T, panggilan akrabnya. (rivco tololiu)