Bilik Sterilisasi Pemprov Aman bagi Kulit, Mulai Didistribusikan ke Sejumlah Pasar

oleh -
Asisten I Setdaprov Sulut Edison Humiang saat menyerahkan bilik sterilisasi kepada pengelola pasar di Manado. (Ist)

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sedang melakukan distribusi bilik sterilisasi (disinfection chamber) ke sejumlah pasar seperti Pasar Karombasan, Pasar Bersehati dan Pasar Tuminting di Kota Manado, kemarin.

Bilik sterilisasi yang diproduksi Pemprov Sulut ini ternyata aman bagi kulit manusia. Pasalnya, bilik tersebut menggunakan Hidrogen Peroksida (H2O2) pada kosentrasi rendah seperti campuran pada obat dan kosmetik sehingga aman bagi tubuh.

“Bilik sterilisasi tersebut aman bagi kulit karena campurannya tidak berbahaya. Apalagi sasaran diainfeksi adalah pada pakaian yang digunakan atau sepatu,” ungkap Asisten I Setdaprov Sulut, Edison Humiang, Rabu (1/4/2020).

Humiang memimpin langsung pendistribusian bilik steril ke sejumlah pasar tradisional tersebut. Menurutnya, setiap pasar dipasang dua bilik sehingga ada total enam bilik yang dipasang di tiga pasar tersebut.

“Kita sudah distribusikan dan diterima langsung oleh pengelola pasar. Bahkan penyerahannya disaksikan unsur pemerintah dan Kapolsek setempat,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular, Ronald Wenas menjelaskan, cairan desinfektan yang digunakan dalam bilik sterilisasi tersebut aman bagi kulit.

“Namun demikian tetap dianjurkan saat proses disinfektasi harus menutup mata dan mulut serta menahan napas selama kurang lebih 3–5 detik. Sebagaimana yang tercantum pada protokol penggunaan Bilik Desinfektasi yang turut di pajang di dekat bilik,” jelasnya.

Dia memaparkan, protokol penggunaan bilik tersebut yakni memperhatikan jarak antrian sebelum masuk (minimal 1 meter), saat dalam bilik, posisi tubuh diam dengan tangan lurus disamping badan, saat disinfeksi, mata dan mulut tertutup serta menahan napas kurang lebih 5 detik, dan keluar dari bilik dengan tidak terburu-buru.

“Sangat baik ditempatkan di pasar karena memang pasar merupakan tempat interaksi banyak masyarakat. Kiranya lewat adanya penggunaan bilik sterilisasi tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk melawan bersama penyebaran Covid-19,” tandasnya. (rivco tololiu)