Pejabat, Polisi hingga Wartawan di Minahasa Tenggara Jadi Relawan Penggali Kubur Jenazah Covid-19

oleh
(Ilustrasi: Istimewa)

RATAHAN– Maraknya isu penolakan terhadap jenazah korban virus korona (Covid-19) di sejumlah wilayah, berbanding terbalik dengan Minahasa Tenggara (Mitra). Puluhan elemen masyarakat justru mendaftarkan diri menjadi relawan penggali kubur jenazah bagi korban Covid-19. Dibentuknya relawan ini setelah diinisiasi langsung oleh Bupati Mitra James Sumendap.

Lewat rilis via WhatsApp, bupati mengungkapkan jika dirinya merasa prihatin dengan dengan sikap sejumlah masyarakat yang menolak penguburan jenazah korban Covid-19, baik itu PDP, ODP maupun yang sudah dinyatakan positif.

“Di sinilah rasa kemanusiaan kita diuji. Tak mudah memang dalam situasi ini. Orang mendiskreditkan para penderita Covid-18, sampai-sampai jenazahnya pun ikut ditolak. Maka dari itu, saya menyatakan bahwa di Minahasa Tenggara, saya pribadi yang akan menjadi relawan penggali kubur bagi koban Covid-19,” terang Sumendap, Sabtu (18/4/2020).

Niatnya itu pun langsung disambut sejumlah pejabat Mitra hingga kalangan wartawan untuk mendaftarkan diri menjadi relawan. Termasuk sejumlah pejabat Forkompimda para Kapolres hingga kapolsek dan para hukum tua perangkat desa.

“Satu hal dalam hidup ini yang kita takutkan adalah kematian. Satu hal yang kita tidak suka kalau pada waktunya membahayakan kita. Tapi satu hal yang membuat kita terpanggil ketika seseorang  membutuhkan kita,” ujar Sumendap sembari mengapresiasi sejumlah masyarakat yang mau turut serta bergabung

“Inilah yang dimaksud melahirkan jiwa sosial kita  ketika banyak orang sesunggunya tidak menyukainya,” timpal Sumendap. Di akhir ajakannnya, Sumendap sempat menulis ungkapan “A posse ad esse non valet consequentia” yang terjemahannya dari bahasa latin yakni “Dari kemampuan suatu hal, seseorang belum pasti akan keadaannya”. Diketahui, hingga Sabtu (18/4/2020) jumlah tim relawan yang memberi diri hampir mencapai 100 orang dari berbagai kalangan masyarakat. (Marvel Pandaleke)