Jadi Sulut dan AIPI Manado Bahas Tantangan Penyelenggaraan Pilkada 2020 di Masa Pandemi Covid-19

oleh -
(Istimewa)
MANADO – Hari ini, Kamis (21/5/2020), Jaringan Demokrasi (Jadi) Sulawesi Utara (Sulut) dan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Manado akan membahas topik “Tantangan dan Integritas Penyelenggaraan Pilkada 2020 di Masa Pandemi Covid-19” lewat Webdiskusi.
Ketua Jaringan Demokrasi (Jadi) Sulawesi Utara (Sulut), Johny Suak, mengungkapkan penyelenggara Pemilu diharapkan segera menyesuaikan diri dengan melakukan perubahan dan perbaikan terhadap peraturan dan aturan dalam pelaksanaan dan pengawasan Pilkada 2020.
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 telah ditunda melalui Perppu Nomor 2 Tahun 2020. Pemungutan suara ditetapkan akan digelar pada Desember 2020.
Mau tidak mau suka atau tidak suka, kata Suak, penyelenggara Pemilu dalam melaksanakan Pilkada 2020 menghadapi beberapa tantangan yang tidak mudah bahkan mungkin pilihan sulit seperti pada aspek regulasi Pemilu (PKPU dan Perbawaslu) yang membutuhkan kecepatan perbaikan dan penyesuaian karena tahapan akan segera dimulai Juni 2020.
“Kemudian persoalan manajemen atau tata kelola Pemilu yang adaptif dan transformatif dalam pelaksanaan Pilkada 2020, serta bagaimana dan kesiapan pemerintah provinsi dan kabupaten kota dalam dukungan dana seperti tertuang dalam NPHD 2020, serta tak kalah penting para stakeholder Pemilu (pemantau, pemilih pemula, para millennial dan Ormas) memberikan dukungan pada pelaksanaan Pilkada 2020 diperhadapkan dengan kondisi masa pandemi Covid-19,” ungkapnya, Rabu (20/5/2020).

Menurutnya, perlu ditelaah beberapa tantangan pelaksanaan Pilkada 2020 yang dihadapi oleh penyelenggara Pemilu dalam kondisi pademi Covid-19 melalui diskusi Electoral Update kerjasama Jadi Sulut dan AIPI Manado.

“Mudah-mudahan melalui diskusi kerja sama Jadi Sulut dan AIPI Manado nanti, diperoleh solusi kongkrit hadapi Pilkada di tengah wabah Covid-19,” ungkapnya.

Susunan kegiatan akan diawali dengan pengantar diskusi oleh Ketua AIPI Cabang Manado Steven Kandouw, dilanjutkan pemaparan para pembicara yakni Anggota Bawaslu RI, Afif Afifudin, Anggota DKPP/Ketua AIPI, Alfitra Salamm, Presidium Nasional Jadi, Juri Ardiantoro dan Peneliti Kepemiluan, Ferry Liando. (rivco tololiu)