Jokowi : Pembukaan Sekolah dan Tempat Ibadah Dilakukan Bertahap

oleh -
Presiden Jokowi. (FOTO: Istimewa)

JAKARTA – Pemerintah mengaku belum sepenuhnya mampu mengendalikan penyebaran virus korona (Covid-19). Maka pembukaan aktivitas ekonomi, sekolah, hingga tempat ibadah akan dilakukan dengan tahapan ketat.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela kunjungannya untuk memantau perkembangan renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, kemarin. Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar. “Kita tahu bahwa penyebaran covid sampai saat ini di tanah air memang belum semua provinsi wilayah bisa kita dikendalikan. Oleh sebab itu pembukaan, baik itu pembukaan untuk tempat ibadah, pembukaan untuk aktivitas ekonomi, pembukaan untuk sekolah, semuanya melalui tahapan-tahapan yang ketat,” ujar Jokowi, Selasa (2/6/2020).

Dia menjelaskan, salah satu pertimbangan utama dalam membuka aktivitas masyarakat adalah angka daya tular Covid-19 (RO) di suatu wilayah. Menurutnya jika RO Covid-19 di suatu wilayah di bawah angka 1, maka pembukaan aktivitas masyarakat bisa saja dilakukan. Selain angka penularan, pembukaan aktivitas masyarakat di berbagai sector didasarkan pada pertimbangan scientific. “Semua tahapan pembukaan wilayah didasarkan pada data-data keilmuan yang ketat,” tegasnya.

Jokowi  mengatakan tidak ingin terburu-buru membuka aktivitas masyarakat. Pembukaan aktivitas public bisa dilakukan per wilayah maupun per bidang secara bertahap.  “Sehingga kita harapkan akan berjalan dari tahapan ke tahapan, dari sektor ke sektor, dari provinsi ke provinsi sesuai dengan angka-angka yang tadi saya sampaikan,” ujarnya.

Terkait progress renovasi Masjid Istiqlal, Jokowi mengatakan ada sedikit keterlambatan karena Covid-19. Saat ini proses renovasi besar masjid kebangaan Indonesia itu telah mencapai 90%. “Sampai hari ini tadi sudah disampaikan telah selesai kurang lebih 90%,” katanya.

Seperti diketahui renovasi ini telah dimulai sejak tahun 2019 dengan alokasi anggaran Rp465 miliar. Menurutnya penyelesaian renovasi ini agak molor dari waktu yang ditargetkan. “Dan renovasi besar ini akan diselesaikan insyaallah nanti di awal bulan Juli. Memang agak mundur karena adanya pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Terkait pembukaan, Jokowi menyebut belum ada hal yang diputuskan. Namun dia mengatakan informasi yang diperolehnya dari Imam Besar Masjid Istiqlal Nassarudin Umar bahwa kemungkinan dibuka Juli. “Bahwa direncanakan Masjid Istiqlal akan dibuka nanti pada bulan Juli. Tetapi keputusannya ada nanti di bapak Imam Besar Masjid Istiqlal,” tuturnya.

Pada kesempatan itu dia meminta agar protokol kesehatan disiapkan sebelum pembukaan.   “Tentu saja juga Mulai saat ini tadi saya titip untuk disiapkan protokol-protokol kesehatan. Sehingga nanti pada saat kita melaksanakan solat di Masjid Istiqlal ini semuanya aman dari Covid-19,” katanya. (Koran Sindo)