Disetujui Gubernur, Mulai 10 Juni Masuk Manado Wajib Bawa Surat Keterangan Perjalanan

oleh -
Tampak pemeriksaan di pos kontrol kesehatan pintu masuk Manado yang merupakan sosialisasi sebelum pemberlakuan pembatasan orang dan barang. (FOTO: Istimewa)

MANADO– Setelah sosialisasi selama sepekan melalui pos pemeriksaan kesehatan di belasan pintu masuk Manado, pemerintah kota akan melakukan pembatasan pergerakan orang dan barang dengan moda transportasi mulai 10 Juni, pekan depan. Dimana, warga yang hendak masuk ibu kota Provinsi Sulawesi Utara wajib mengantongi surat keterangan (Suket) perjalanan.

“Mengacu pada kebijakan pembatasan pergerakan orang dan barang dengan moda transportasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Sulut Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran (OPP) Covid-19 di Sulawesi Utara, mulai Rabu 10 Juni 2020, semua warga yang masuk Manado wajib menunjukkan suket perjalanan di pos kontrol kesehatan,” ujar Wali Kota GS Vicky Lumentut selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Manado, Sabtu (6/6/2020).

Menurut dia, pemberlakuan kebijakan tersebut telah melalui koordinasi dengan forkopimda serta telah mendapat persetujuan Gugus Tugas Provinsi Sulawesi Utara melalui Gubernur Olly Dondokambey. Dia mengakui, sebelum mengambil keputusan, terkait pemberlakuan suket perjalanan, pihaknya telah mempertimbangkan betul respon publik nantinya.

“Jadi, surat keterangan yang wajib dibawa dan ditunjukkan warga yang akan masuk ke Manado di pos kontrol adalah suket perjalanan. Surat keterangan perjalanan ini nantinya bisa berasal dari instansi atau lembaga tempat bekerja atau surat keterangan perjalanan yang berasal dari kepala desa atau lurah di mana warga tinggal,” beber Lumentut.

Dengan masih adanya waktu beberap hari ke depan, warga diminta untuk mempersiapkan suket dimaksud, sehingga ketika diberlakukan pada Rabu nanti, sudah diketahui dan syaratnya dipenuhi. “Nantinya, selain suket perjalanan, di pos kontrol kesehatan tetap akan diperiksa suhu tubuh, masker dan kapasitas tempat duduk yang digunakan dari kendaraan mobil maksimal 50%,” tukas Ketua Dewan Pembina Apeksi itu.

“Tujuan kita bukan untuk membatasi orang masuk Manado, tapi untuk memutus rantai penyebaran korona. Untuk kelancaran operasional pada pos kontrol, maka peralatan teknis yang dibutuhkan akan kita tambah dan personel tetap bekerja untuk menjaga seluruh persyaratan yang diberlakukan dipatuhi dan dilaksanakan,” pungkasnya. (Kimgerry/Fernando)