Kenyamanan Psikologis (2)

oleh -
Penulis: Dr. Preysi S. Siby, M.Si. (istimewa)

KENYAMANAN adalah dimensi atau komponen dari proses, pengalaman, dan konsep dinamis seperti kualitas hidup, harapan, kendali, pengambilan keputusan, dan rekonsiliasi. Kenyamanan (atau merasa nyaman) adalah perasaan nyaman secara fisik atau psikologis, sering kali dicirikan sebagai kurangnya kesusahan.

Menurut The Oxford English Dictionary, nyaman/ kenyamanan – “Comfort is:  A state of physical and material well-being, with freedom from pain and trouble, and satisfaction of bodily needs; the condition of being comfortable; Strengthening; encouragement, incitement; aid, succour, support, countenance; Physical refreshment or sustenance; refreshing or invigorating influence; Relief or support in mental distress or affliction; consolation, solace, soothing. (In later use sometimes expressing little more than the production of mental satisfaction and restfulness.); The feeling of consolation or mental relief; the state of being consoled.; The conditions which produce or promote such a state; the quality of being comfortable”.

Dapat diartikan sebagai berikut: kenyamanan adalah keadaan fisik dan materi, dengan bebas dari rasa sakit dan masalah, dan kepuasan kebutuhan tubuh; kondisi nyaman; Penguatan; dorongan; bantuan, dukungan; penyegaran; pengaruh yang menyegarkan atau menyegarkan; Bantuan atau dukungan dalam tekanan atau penderitaan mental; penghiburan, pelipur lara, menenangkan (dalam penggunaan selanjutnya kadang-kadang mengungkapkan lebih dari sekedar produksi kepuasan mental dan ketenangan.); Perasaan terhibur atau lega mental; keadaan dihibur; Kondisi yang menghasilkan atau mempromosikan kenyamanan seperti itu; kualitas kenyamanan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah suatu keadaan yang nyaman. Untuk memenuhi suatu keadaan yang nyaman maka harus mampu memenuhi minimal kebutuhan dasar dari manusia itu sendiri. Seperti kebutuhan akan makan, minum, tempat tinggal harus mampu memberikan rasa nyaman. Sehingga dapat disimpulkan jika kenyamanan adalah kondisi saat terpenuhinya kebutuhan dasar sehingga tercipta perasaan nyaman.

Ada berbagai studi psikologis tentang perasaan nyaman, dan menghasilkan beberapa kesimpulan. Ide kenyamanan berbeda-beda di antara setiap orang; namun, ada beberapa tema kenyamanan universal yang berlaku untuk semua orang. Sebagian besar dari tema universal ini berada di bawah kenyamanan fisik seperti kenyamanan kontak, makanan yang menenangkan, dan kenyamanan termal. Tingkat kenyamanan psikologis dapat dicapai dengan menciptakan kembali pengalaman yang terkait dengan kenangan yang menyenangkan, seperti terlibat dalam aktivitas yang sudah dikenal, mempertahankan keberadaan benda yang sudah dikenal, dan konsumsi makanan yang menenangkan. Orang yang dikelilingi dengan hal-hal yang memberikan kenyamanan psikologis dapat digambarkan sebagai “dalam zona nyaman”. Karena sifat pribadi dari asosiasi positif, kenyamanan psikologis sangat subjektif.

Kenyamanan sosial adalah kondisi dimana manusia telah memenuhi kebutuhan dasarnya yang bersifat individual dan holistik, sehingga tercipta perasaan sejahtera pada diri individu tersebut. Karena berlatar belakang sebagai seorang perawat pengelompokan terhadap kenyaman juga sedikit berbeda, dimana unsur interaksi manusia lebih menjadi faktor penting. Zona nyaman dapat digambarkan sebagai “keadaan psikologis di mana hal-hal terasa akrab bagi seseorang dan mereka merasa nyaman serta mengendalikan lingkungannya, mengalami tingkat kecemasan dan stres yang rendah.

Konstruksi kenyamanan terdiri dari empat konsep yaitu (Kolcaba). Pertama, kenyamanan fisik, merupakan jenis kenyamanan yang dapat langsung dirasakan oleh sensasi tubuh setiap orang. Kedua, kenyamanan psikospiritual, berhubungan dengan nyaman secara spiritual dan psikologis yang dipandang secara holistik,  yang berkenaan dengan kesadaran internal diri, yang meliputi konsep diri, harga diri, makna kehidupan, seksualitas hingga hubungan yang sangat dekat dan lebih tinggi. Terdapat hubungan antara pengalaman pikiran, spiritual dan emosi.

Kemudian, ketiga,  kenyamanan lingkungan berkenaan dengan pengaruh eksternal, lingkungan,kepada manusia seperti temperatur, warna, suhu, pencahayaan, suara, dan lain sebagainya. Berkaitan juga dengan keadaan lingkungan yang aman sehingga bisa beraktivitas dengan nyaman. Dan keempat, kenyamanan sosiokultural berkaitan dengan hubungan interpesonal, keluarga, dan sosial atau masyarakat seperti keuangan, perawatan kesehatan individu, kegiatan religius, serta tradisi keluarga. Kenyamanan sosial yang dikelompokan sebagai hubungan manusia sebagai pribadi maupun dalam masyarakat. (bersambung)